Adiós, España….

Kons beo5

Oleh P. Kons Beo, SVD

La Furia Roja. Satu awal ‘kemewahan’ berujung senyap. Dan itu perlahan namun pasti! Kosta Rika diterkam dan dilumat 0 – 7. Gila memang. Permainan nan ciamik ditampilkan. Keyakinan bahwa Spanyol jadi kandidat Juara Piala Dunia 2022 semakin menebal.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Di laga kedua? Ada Jerman yang menantang. Keduanya berimbang 1 – 1. Memang Der Panzer bukan tim underdog. Namun, setidaknya pijar-pijar kejayaan Spanyol  mulai meredup. Dan, di laga akhir penyisihan Grup E itu, Spanyol menyerah 1 – 2 di tangan Jepang. Beruntunglah, masih unggul selisih gol untuk membuatnya melenggang ke 16 besar di posisi dua. Dampingi Jepang dari Grup E itu.

Sayang, semalam Tim Matador sudah tak beruntung lagi. Perpanjangan waktu tak buahkan se-gol pun. Spanyol vs Maroko mesti bermuara pada ‘uji kiper.’  Dan Spanyol pun mesti berurai mata duka di Stadion Education City, Al Rayan. Kalah pinalti 0 – 3.

Itukah kutukan berlanjut bagi Spanyol yang selalu tak sedap di drama adul pinalti? Padahal Luis Enrique, katanya, sudah buat latihan 1.000 penalti jelang lawan Maroko.  Ada apa dengan Pablo Sarabia, Carlos Soler dan Sergio Busquets? Sepertinya ketiganya kurang PD untuk jadi algojo pinalti.

Bagaimana pun Maroko sudah punya catatan bagus sepanjang perhelatan Piala Dunia. Sudah lima kali The Atlas Lions berkiprah di Piala Dunia. Di laga resmi, sudah tiga kali hadapi Spanyol. Dan tak pernah menang dan sekali seri. Yang terlihat semalam, Maroko memang sungguh berjiwa petarung. Luar biasa.

Beberapa pemain tenarnya sudah dan tengah berkiprah di liga-liga hebat di Eropa. Setidaknya, mereka itu tahu ‘mau-maunya’ ciri bermain Timnas Spanyol itu. Tak ada yang baru dan asing. Karena itulah, Sergio Busquets dkk dengan enteng diredam.

Pos terkait