Tenun ikat adalah identitas daerah

Kupang, kabarntt.id – Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU, pada saat menghadiri Peluncuran Buku dan Film Tenun Biboki, di Aula Diskominfo Provinsi NTT, Jumat (5/8).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lawe Indonesia bersama Teras Mitra dan Weafing for Life ini menghadirkan hasil-hasil dokumentasi visual dari ragam pengetahuan tentang tenun Biboki, seperti jenis tenun, proses pembuatan tenun, filosofi tenun, serta kisah para maestro tenun yang ada di Biboki (Kelompok Tenun Biboki), Kabupaten Timor Tengah Utara.

Buku berjudul Puan Maestro dan Film dokumenter pendek Bife Atenus, diproduksi melalui Program Dana Indonesiana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang diinisiasi oleh Lawe bekerjasama dengan Terasmitra. Riset dan pendokumentasikan selama lima bulan dilakukan dengan melibatkan dinas, budayawan dan komunitas tenun terkait untuk bisa merangkum dan menghasilkan kisah Tenun Biboki dalam bentuk Buku dan sebuah film pendek.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU, Beato Yosef Frent Omenu dalam sambutanya mengatakan, tenun merupakan salah satu warisan budaya nasional yang ada di Indonesia yang harus dirawat dan dilestarikan.
“Tenun ikat itu identitas daerah, dan di Kabupaten TTU, tenun ikat merupakan seni kerajinan yang telah ada dan diajarkan secara turun temurun, namun sekarang sudah tidak banyak lagi yang bisa menenun’.

Sehingga menurutnya, dengan hadirnya Buku Tenun Biboki ini, dapat menjadi salah satu jawaban bagi kurangnya sumber pengetahuan yang menarik bagi anak-anak di Timor Tengah Utara tentang tenun, khususnya tenun Biboki.

lawe indonesiaBuku berjudul Puan Maestro dan Film dokumenter pendek Bife Atenus, diproduksi melalui Program Dana Indonesiana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang diinisiasi oleh Lawe bekerjasama dengan Terasmitra. Riset dan pendokumentasikan selama lima bulan dilakukan dengan melibatkan dinas, budayawan dan komunitas tenun terkait untuk bisa merangkum dan menghasilkan kisah Tenun Biboki dalam bentuk Buku dan sebuah film pendek.

Untuk diketahui, Tenun Biboki merupakan salah satu tenun ikat khas suku Biboki yang masih mempertahankan proses pembuatanya dengan memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti kapas yang diolah menjadi benang, lalu pewarna alami yang diproses dari dedaunan, lumpur dan akar tumbuhan khusus, yang juga dibudidayakan secara mandiri oleh masyarakat penenun biboki. Hal ini selaras dengan motif kain Biboki yang umumnya menggambarkan alam lingkungan sekitar, juga riwayat perjalanan hidup sang penenun. Dimana hal-hal Inilah yang menjadikan kain tenun tradisional Biboki memiliki keunikan.

Rangkaian acara peluncuran Buku dan Film Tenun Biboki yang berlangsung dari tanggal 4-6 Agustus 2023 di Aula dan halaman Dinas Kominfo Provinsi NTT,  juga turut dimeriahkan dengan pameran foto, live akustik dan beragam acara lainnya. (*)

Pos terkait