Renungan Harian Senin, 14 April 2025

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

Oleh Pater Kons Beo, SVD

Bacaan I Yesaya 42:1-7
Mazmur Tanggapan Mzm 27:1.2.3.13-14
Ref: ‘Tuhan adalah Terang dan Keselamatanku’
Injil Yohanes 12:1-11

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu….”
Yoh 12:8
(Pauperes enim semper habetis vobiscum)

Kawanku…
Biarlah kutafsirkan acak dan serabutan begitu saja kata-kata Yesus itu. Bila rasa diri selalu kurang, dan tak pernah ada rasa cukup dan tak pernah puas akan apa yang dimiliki, maka kapan kah baru muncul cita rasa untuk memberi, untuk bersolider atau untuk berbagi kasih?

Kawan ku…
Kukira tak salahlah sekiranya kita, dalam dan melalui Yesus, yakin diri telah miliki hidup. Dan bahkan kita mempunyainya dalam kelimpahan.
Tak perlulah bahwa kita harus berharta materi bertumpuk segudang. Tetapi……

Kawan ku…
Biarlah kita ‘miliki hati yang rimbun dalam kebaikan, dalam melayani apa adanya, dalam sikap mendengarkan, kaya dalam sikap dan dalam kata-kata penuh penerimaan dan memberikan harapan dan semangat. Pun dalam tahu menghargai sesama-sesama kita.

Kawan ku….
Kembalilah kita pada kata-kata Tuhan: ”Orang-orang miskin selalu ada padamu.”
Dan orang-orang miskin, seturut keyakinan St Teresa dari Kalkuta, adalah “kaum yang tak diinginkan, tak dicintai, yang tidak diperhatikan, yang dilupakan dan diabaikan sesama, itu semua adalah derita kelaparan yang hebat dan kemiskinan yang jauh lebih besar dari orang yang tak punya makanan.”

Kawan ku…
Tugas kita adalah buka hati demi kehadiran sesama. Untuk mendengarkan dan berbagi kisah dan cerita. Janganlah kita memperbanyak jumlah ‘kaum miskin dan derita sesama dengan ketidakpedulian, dengan sikap ‘cuek sinis ngeri mati punya dalam keangkuhan.’

Pos terkait