Paskah dan Bayaran

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

(Sekedar debu tipis saja)

Oleh Pater Kons Beo, SVD

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka”
(Injil Matius 28:15)

Bukankah itu sebenarnya hinaan teramat kasar? Yang sungguh menusuk jatidiri plus harga diri sebagai prajurit?

Bayangkan! Para serdadu rela dibayar. Katakan sebagai ‘disuap begitu saja.’ Ini kerja gencarnya para Imam Besar dan tua-tua Yahudi. Kisah singkatnya begini: para serdadu itu lari masuk kota. Berikan info tentang semua yang terjadi di makam Yesus. Tentu juga dengan apa yang telah terjadi dengan Yesus.

Tidak kah isi berita seperti ini guncangkan hati? Lahirkan rasa hati tak menentu? Itulah sebabnya, konspirasi segera mesti diracik.
Yang ditulis penginjil Matius begini bunyinya:

‘Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid Yesus datang malam-malam mencuri jenasahNya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh Wali Negeri, kami akan berbicara dengan Dia sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa’ (Matius 28:13-14).

Aduh, ini nyata-nyata penghojatan terhadap identitas seorang prajurit. Prajurit itu harus bermental siap berjaga selalu. Penuh kesaksamaan dalam tugas. Iya, serba siagalah! Namun semuanya dipaksa untuk berbohong akui ‘tidur di malam-malam. Saat ‘kisah curi jenasah itu terjadi.’ Demi isi suapan, ya segepok uang itu, kebenaran dipasung. Citra keprajuritan cemar diludahi.

Di hadapan Imam-Imam Kepala dan Tua-Tua Bangsa Yahudi, iya para prajurit itu kehilangan tajinya. Iya, itu tadi ‘dibayar untuk tidur.’ Untuk ‘kalah sadar dari datangnya murid-murid Yesus malam-malam untuk curi jenasahNya.’

Pos terkait