Oleh Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Kisah Para Rasul 4: 23 – 31
Mazmur Tanggapan Mzm 2:1-3.4-6.7-9
Ref: “Berbahagialah semua orang yang berlindung padaMu, ya Tuhan”
Injil Yohanes 3: 1 – 8
“Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah”
Yoh 3: 3
(Nisi quis renatus fuerit denuo, non potest videre regnum Dei)
Kawan ku…
Kita dapat berbagi pikiran seadanya. Itu tentang isi dialog Nikodemus dengan Yesus. Semuanya tentang ‘kelahiran baru’ yang mesti dilewati.
Kawan ku…
‘Kelahiran’ adalah tanda berkat bagi setiap anak manusia. Hadir karena Kasih dan penyelenggaraan Allah sendiri. Tetapi, tidak kah kita semua terlahir ‘kosong, datar dan berketiadaan?’
Kawan ku…
Di ziarah bertumbuhnya seorang anak manusia, daya nalarnya mesti ‘dihidupkan.’ Kemampuan merasa, bercita rasa mesti berkembang dan dikembangkan. Semuanya mesti terhubung pada nilai-nilai kehidupan dan kemanusiaan.
Kawan ku…
Di atas semuanya, kupikir seadanya bahwa setiap anak manusia mesti ‘dilahirkan kembali dalam citra spiritualnya.’ Untuk secara perlahan-lahan berkembang dan akhirnya tiba pada tingkat kesadaran akan Allah. Akan kuat kuasa dan penyelenggaraanNya.
Kawan ku…
Kuyakin kita pun mesti tetap ‘dilahirkan kembali’ dalam sakramen. Pun melalui perjumpaan kita dengan Tuhan di dalam doa dan keheningan. Di dalam membaca, merenungkan dan menangkap pesan-pesan Firman Allah itu sendiri.
Tetapi Kawan ku…
Kusalut padamu yang mengingatkan ku. “Kelahiran baru” yang kita alami juga mesti dialami dalam perjumpaan dengan sesama. Ada sekian banyak hal indah dan inspiratif yang kita alami dari sesama. Dari setiap kisah dan peristiwa yang mereka hadapi. Dari kata-kata mereka yang menyejukkan, meneguhkan dan bernada penuh harapan. Dari kesaksian hidup mereka yang unggul.







