Bacaan I Imamat 25: 1.8-17)
Mazmur Tanggapan: Mzm 67: 2-3.5.7.8
Ref: “Hendaknya bangsa-bangsa bersyukur kepadaMU, ya ALLAH, hendaknya semua bangsa bersyukur kepadaMU”
Injil Matius 14: 1 – 12
“Lalu sedihlah hati raja…”
Mat 14: 9
(Et contristatus est rex)
Kawan ku…
Ingat kah kita akan petuah guru kita di tempo silam itu? Tentang sebuah keputusan, janganlah cepat-cepat diambil, disimpukan atau ditetapkan!
Dan sang guru lanjutkan, kawan ku…
Saat kalian ceriah bersinar binar, pun saat kamu larut dalam kesedihan atau apalagi saat terbakar amarah, janganlah terpancing segera ambil satu keputusan!
Kawan ku…
Terus-terus sang guru ingatkan: Biarkan hati tenang. Alami dulu keteduhan hati itu. Cerahkan dulu ruang kepala itu. Timbangkan semuanya dengan tenang. Bayangkan juga konsekwensi dari keputusan itu, yang pasti bakal menyusul. Dan semuanya mesti ditanggung.
Kawan ku….
Semaraknya pesta hari ulang tahun, nikmatnya santapan perjamuan, dan terlebih sekian mengandung umpannya lentur gemulai gerak tarian si Putri Herodias, Raja jadi kehilangan kendali dalam berkeputusan. Dan hal itu sungguh berisiko: Yohanes Pemandi kehilangan nyawa. Tragis,!
Sesalnya sang Herodes pun menjadi sia-sia.
Kawan ku…
Aku sendiri memang mesti terus belajar untuk ‘tahu – sadar – penuh awas dan bijak’ dalam berkeputusan.
Toh, semuanya, sekecil apapun, pasti memiliki konsekwensi, iya risikonya.
Kawan ku….
Kiranya kita berdua belajar untuk teduh hati, tak terseret halu dan rasa, tak sekian segera bersemangat untuk mengambil satu keputusan. Tetapi, biarlah kita, dalam berkeputusan itu, sungguh diilhami oleh kehendak TUHAN, dalam kerangka kebaikan bersama serta demi perkembangan diri kita sendiri yang wajar.







