KEFAMENANU KABARNTT.ID — Tokoh masyarakat Desa Banain C, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), menyoroti aktivitas patroli personel TNI dari Pos Napan yang dilakukan di dalam perkampungan. Aktivitas tersebut dinilai menimbulkan rasa takut dan ketidaknyamanan, khususnya bagi warga lanjut usia yang beraktivitas ke kebun.
Tokoh Masyarakat Desa Banain, Paskalis Kefi, Minggu (1/2/2026), kepada wartawan mengatakan bahwa selama kurang lebih satu bulan terakhir, masyarakat, terutama orang tua, merasa takut untuk pergi ke kebun akibat kehadiran personel TNI yang berjaga di jalan-jalan desa.
“Dalam satu bulan terakhir ini orang tua di Desa Banain ketakutan mau pergi ke kebun, karena TNI terus berjaga di jalan yang biasa dilewati warga dan melakukan pemeriksaan terhadap bekal makan yang dibawa,” ujar Paskalis.
Menurutnya, patroli dan pemeriksaan seharusnya dilakukan di wilayah perbatasan negara, bukan di dalam kampung atau permukiman warga.
“Kalau mau patroli dan pemeriksaan itu seharusnya di batas pilar perbatasan, bukan di dalam kampung. Ini seperti di rumah sendiri saja masih harus diperiksa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan personel TNI di dalam kampung turut menghambat aktivitas warga yang setiap hari harus ke kebun untuk memberi makan ternak dan memantau lahan pertanian.
Paskalis juga menyebut kondisi tersebut memicu rasa trauma di kalangan masyarakat, terutama warga lanjut usia yang tidak mengenyam pendidikan dan merasa takut ketika melihat seragam loreng.







