Son Banik, Pionir Pembangunan dari Alor

son banik
Son Banik dan Selfina Malaikosa

Umur Apensoris Banik sudah kepala tujuh.  Tahun ini dia mencapai usia 73 tahun. Dia mengaku kurang sehat beberapa tahun terakhir. “Saya sudah mati, tetapi hidup lagi,” begitu kata Son, sapaannya, Sabtu, 21 Maret 2026, akhir pekan lalu.

Rembang petang hari itu kami ngobrol sambil seruput kopi di ‘rebis’ belakang rumahnya di Maritaing, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor.  Di situ ada balai-balai dari bambu. Cocok untuk istirahat siang atau malam. Di tempat itu juga istri Son, Selfina Malaikosa, punya tempat khusus untuk menenun. Tiap hari Selfi menenun.

Saya menemani nyonya, Prof. Dr. Bernadete B Koten, SPt, MP, yang melakukan penelitian tentang pakan sapi  bersama tiga mahasiswa Politani Kupang. Kami bermalam di rumah Bapak Son. Mengapa mesti bermalam? Karena jarak tempuh Maritaing – Kalabahi 108 Km.  Maritaing di ujung timur Pulau Alor. Titik nol Alor ada di sini.  Pik up menjadi kendaraan umum yang melayani rute ini  sehari sekali. Pergi pagi pulang siang.

Umumnya di Alor, ruas jalan sejauh ini butuh waktu tempuh sangat lama. Lama karena kondisi jalannya  bopeng. Tetapi ruas Maritaing – Kalabahi cuma butuh waktu 2 jam lebih. Sebabnya, ruas jalan ini adalah jalan negara. Tentu saja dana pengerjaannya dari APBN. Jalannya licin, mulus dan lebar. Ada warga yang beri komentar begini, “Untung Timor Timur lepas, sehingga jalan Kalabahi – Maritaing bisa mulus seperti ini.”

Maritaing, kota kecamatan ini berhadapan langsung dengan sisi utara sebagian Timor Leste. Pulau Atauro di utara Kota Dili terang benderang di hadapan mata. Malam hari cahaya lampu dari Kota Dili terlihat jelas.  “Kalau ada acara di Dili, kami pergi dengan perahu motor. Sekitar 2 jam. Tidak pake paspor, hanya pake pas jalan,” jelas Son. Penjelasannya ini menjawab pertanyaan saya, mengapa Kantor Imigrasi dan  Pos Angkatan Laut ada di Maritaing. Pos Angkatan Laut dibangun di pinggir dermaga tol laut. Ada patung Jenderal Sudirman tegak berdiri menghadap laut.

Pos terkait