Kandidat Baru Juara Piala Dunia 2026

IMG 20260618 WA0004

Oleh Vinsen A Hayon

Usai seluruh tim peserta Piala Dunia 2026 berlaga di fase gugur dan atas hasil pertandingan yang diraih, kiranya memudahkan prediksi para “suka bola”, “Tim mana yang bakal menjadi kandidat baru juara Fifa World Cup 2026”. Sangat mungkin itu adalah tim favorit anda. Atau apakah “2026 World Cup Champion” masih tetap bertahan atau harus beralih kepada timnas dari benua lain?

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Fakta menjadi mungkin, satu di antara alasannya karena manakala Timnas Argentina sebagai juara bertahan harus jatuh bangun meraih gol dan menang di babak ekstra time melawan Cabo Verde, para suporter, fans, negara kandidat juara baru Piala Dunia 2026, lengkap pelatih kepala dan perangkatnya seperti mendapat “durian runtuh”. Lantas semua bersinergi menyiapkan “segalanya”, misi baru dibangun, spirit juara tercurah, dan siapkan “strategi jitu” untuk mengalahkan “Sang Juara Bertahan” jika bersua di babak berikut.

Alasan lain yang amat-sangat mungkin adalah telah gugur 16 tim dari negara peserta Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Meksiko, Kanada dan USA. (catatan: timnas tuan rumah -Kanada- telah dikandaskan Maroko di laga perdana babak 16 besar, Timnas Paraguay juga). Kisah berkaitan dengan fase gugur, mencatat sejarah dan rekor terbatas, bahwa yang gugur tidak punya harapan lagi menjadi juara baru piala dunia kali ini. Sedangkan harapan menjadi kandidat juara baru masih menggantung kuat di dada ke-16 tim (sisa 14 tim) yang melaju berjuang di babak 8 Besar.

Cerita harapan dan mimpi tim-tim yang tidak melaju ke fase 16 besar, telah gugur dengan sendirinya. Ikut terkubur juga impian dan harapan negara dan warganya. Dengan kepala tegak mereka “angkat topi”, lalu secara terhormat melambaikan tangan ‘sayonara” kepada Fifa World Cup 2026. Kisah gugur dan kepulangan mereka tidak karena putusan pengadil pertandingan dan tidak pula karena hasil ricek pada VAR. Mereka gugur dan pulang karena tim lawan lebih unggul. Besar kemungkinan lain adalah karena sang “dewi fortuna” belum berpihak pada timnya.

Pos terkait