Kepala Desa Kefi menegaskan, “Ini bukan sekadar beternak ayam, tapi investasi jangka panjang bagi masa depan Banain B. Kami ingin desa lebih mandiri, sejahtera, dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan Kabupaten TTU.” tegasnya.
Weli Kolo, perwakilan Karang Taruna Banain B, mengatakan bahwa semua usaha ini didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Desa.
“Dengan dukungan anggaran desa, kami mulai merawat 200 ekor ayam petelur. Saat ini beberapa ayam sudah produktif bertelur. Kami siap mengembangkan usaha ini lebih luas jika ada tambahan dukungan modal,” ujarnya.
Pihak desa juga memastikan pengembangan usaha akan mengikuti regulasi dan arahan dinas terkait di tingkat kabupaten, sehingga program tetap berjalan sesuai ketentuan.

Program ayam petelur ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi pilar ekonomi baru bagi Banain B, membuka lapangan pekerjaan, dan mendorong kemandirian desa.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, dan Karang Taruna, Banain B menunjukkan bahwa ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana namun strategis, seperti beternak ayam petelur yang produktif. (siu)







