KEFAMENANU KABARNTT.ID — Matahari baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur. Udara pagi di Desa Banain B, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), masih terasa segar ketika suara riuh ayam petelur dari sebuah kandang sederhana mulai terdengar. Ayam-ayam itu tampak lincah menotok pakan menjadi irama khas yang menandai kehidupan pagi di desa. sementara beberapa ekor sudah mulai bertelur. Bagi sebagian orang, pemandangan ini biasa saja. Namun bagi warga Banain B, inilah awal dari harapan baru.
Di desa yang jauh dari hiruk-pikuk kota, memulai usaha peternakan ayam petelur bukan sekadar pilihan ekonomi, melainkan langkah nyata menuju kemandirian pangan. Program ini hadir sebagai buah kolaborasi antara BUMDes Banain B dan Karang Taruna Desa, sejalan dengan visi besar pemerintah pusat melalui Asta Cita Presiden Prabowo yang mendorong ketahanan pangan dimulai dari desa.
Dana Desa untuk Pangan dan Harapan
Kepala Desa Banain B, Theodorus Antonius Kefi, menuturkan bahwa program ini lahir dari hasil musyawarah bersama masyarakat. Dari total dana desa sebesar Rp 625 juta tahun ini, 20 persen atau sekitar Rp 125 juta dialokasikan khusus untuk ketahanan pangan, salah satunya melalui usaha beternak ayam petelur.
“Program ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat, tapi juga untuk membuka peluang usaha baru. Kami ingin masyarakat bisa merasakan manfaat langsung, baik secara ekonomi maupun gizi,” jelas Kefi di sela-sela kunjungannya ke kandang ayam.
Menurutnya, potensi usaha ini cukup besar. Selama ini, Kecamatan Bikomi Utara tergolong minim peternak ayam, sehingga kebutuhan telur masih banyak didatangkan dari luar wilayah. Kehadiran ayam petelur Banain B diharapkan bisa mengisi celah tersebut.







