Banain B dan Ayam Petelurnya: Simbol Asa, Pangan, dan Masa Depan Desa

IMG 20250923 132452

Proses sederhana itu perlahan menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan semangat kewirausahaan.

“Kami berharap anak-anak muda desa tidak hanya sibuk dengan rutinitas harian, tapi juga belajar bagaimana mengelola usaha, meski dimulai dari hal kecil seperti beternak ayam,” ujar Kefi.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kolaborasi yang Menghidupkan Desa

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antar unsur desa sangat penting. Pemerintah desa memberi dukungan, BUMDes mengelola pemasaran, sementara Karang Taruna mengurus operasional. Semua berjalan seiring, saling menguatkan.

“Kami percaya bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Dengan dukungan yang tepat, usaha sederhana seperti beternak ayam petelur bisa membawa manfaat luas bagi desa,” tegas Kefi.

Telur-Telur Harapan

Kini, bagi Banain B, ayam-ayam petelur itu bukan lagi sekadar hewan ternak. Mereka adalah simbol asa. Asa akan desa yang mandiri pangan, asa akan ekonomi yang tumbuh dari usaha bersama, asa akan generasi muda yang lebih tangguh dan bertanggung jawab.

Dari telur-telur kecil yang menetas setiap hari, lahirlah harapan besar tentang masa depan desa. Harapan bahwa Banain B tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar, melainkan mampu berdiri di atas kakinya sendiri.

Di kandang sederhana itu, masyarakat Banain B belajar bahwa kesejahteraan tidak selalu datang dari hal besar. Kadang, ia lahir dari suara kokok ayam di pagi hari, dari telur-telur yang dikumpulkan setiap sore, dan dari kerja sama yang dijaga dengan sepenuh hati. (siu)

Pos terkait