Jauh sebelum dibedah rumah milik Samuel Ufi begitu memprihatinkan, hanya ada satu kamar tidur bagi mereka di rumah yang berdinding pelepah daun lontar dan berlantai semen yang sebagian sudah pecah termakan usia.
Kondisi rumah Samuel terlihat sangat kontras dibandingkan rumah warga lain di sekelilingnya. Samuel hanyalah seorang pekerja rendahan dengan gaji pas-pasan, penghasilannya hanya cukup untuk makan-minum. Tentunya tidak mungkin baginya utuk memperbaiki rumah mereka. Sebagian kecil dari gaji Samuel ditabung untuk membiayai biaya kuliah adik kandungnya hingga mendapatkan gelar sarjana.
Dia berharap dengan pendidikan yang baik, salah satu anggota keluarganya mungkin bisa mengubah nasib mereka di kemudian hari.
Dari cerita beberapa orang tetangga Samuel adalah sosok tetangga yang baik hati. Dia suka menolong dan selalu terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan di wilayah ia tinggal. Ketika beredar informasi bahwa rumah Samuel dipilih Pemerintah Kota Kupang untuk dibedah warga setempat menyambut bahagia rencana tersebut.
Jefri dalam sambutannya mengatakan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu dari program pro-rakyat prioritas pemerintah Kota Kupang. Dikatakannya bahwa saat ini pemerintah telah membedah kurang lebih 1143 rumah bagi masyarakat Kota Kupang.
Jefri mengakui masih banyak masyarakat yang belum terlayani program ini oleh karena berbagai kendala salah satunya adalah anggaran. Oleh sebab itu dia mengimbau warga yang belum mendapat bantuan untuk bersabar dan menunggu giliran. (pkp_jms)







