Shana juga menyampaikan terima kasih kepada Dinkes Mabar karena menyempatkan waktunya untuk bekerja sama. Terutama memberikan masukan kepada pelaku usaha di bidang kuliner, seperti terkait sanitasi dan masalah sertifikasi layak sehat kepada peserta.
“Terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat yang telah mendukung program pelatihan ini. Kita semua paham peran Dinkes sangat penting agar setiap produk layak dikonsumsi masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu perwakilan dari Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Lidwina Tridia Rayen, A.Md. menyampaikan terima kasih juga kepada BOPLBF karena telah menginisiasi kegiatan tersebut.
Menurut Tridia, pelatihan seperti ini harus berkelanjutan agar terus memberikan pengetahuan pengolahan makanan siap saji serta produksi pangan yang baik untuk industri.
“Terima kasih kepada BOPLBF, bersama kami melalui pelatihan ini telah berusaha memberikan edukasi mengenai kelayakan produksi pangan yang baik untuk Industri Rumah Tangga (IRT),” ungkap Tridia.
Pelatihan dipandu langsung Chef Michael. Ia hadir khusus memberikan pembekalan materi seperti keterampilan memasak aneka makanan olahan daerah seperti se’i sapi, sambal lajang, dan abon kencara.
Di hadapan peserta, Chef Michael berpesan agar para pelaku kuliner di Manggarai Barat disiplin soal kebersihan.
“Harus jaga kebersihan produk olahan makanan, terlebih di saat pandemi ini. Makanan yang kita buat akan dikonsumsi masuk ke dalam perut, oleh karena itu harus disiplin soal kebersihan,” ujarnya.







