KUPANG kabarntt.id—Indonesia diperkirakan akan mengalami bonus demografi pada kurun 2030-2040. Artinya pada kurun waktu tersebut kondisi masyarakat Indonesia akan didominasi oleh usia produktif (usia 15-64 tahun) dibandingkan usia non produktif.
Menghadapi kondisi ini, Wakil ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk mempersiapkan diri dan bekerja sama memberantas stunting.
“Kita akan melewati bonus demografi yang membuat Indonesia ini akan menjadi negara yang berpotensi akan keluar dari middle income trap. Kondisi ini akan mengalami suatu keguncangan kalau kita tidak bisa menyelesaikan SDM dengan baik. Kita akan melewati bonus demografi dimana orang yang bekerja di usia produktif akan lebih banyak dari pada orang tua. Di angka kita akan melewati bonus demografi, akan banyak angkatan kerja yang mempunyai kesempatan kerja luar basa. Nah, di situlah kemudian stunting menjadi penting untuk kita sama-sama berantas,” ungkap politisi Golkar yang akrab disapa Melki Laka Lena saat Kampanye Pecepatan Penurunan Stunting bersama mitra kerja BKKBN Perwakilan NTT di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Selasa (23/8/2022).
Melki Laka Lena mengajak mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum berumah tangga.
“Diharuskan menjaga agar tidak hamil pada saat kuliah. Banyak kejadian saat ini anak SMP/SMA sudah berhubungan. Kejar dulu kuliah sampai lulus, selesai siapkan diri dengan baik bekerja atau mulai ada penghasilan baru menikah dengan baik. Jadi saya harap adik-adik mahasiswa bisa mempersiapkan diri dengan baik,” pesan Melki.







