“Mungkin orang berpikir gaji guru honorer itu besar, sehingga kami tidak layak dipertimbangkan untuk menerima bantuan,” ungkap Meri seraya menginformasikan lebih lanjut soal bantuan sosial Covid-19 dari Pemerintah Kota Kupang yang hingga hari ini belum diterima oleh tenaga kependidikan dan guru honorer.
Teresia Agustina Oliva, guru honorer di TK Sta. Maria Goreti Kupang, juga berharap agar guru honorer K2 bisa segera diangkat menjadi PNS. Sebab hanya dengan itulah, nasib mereka bisa menjadi lebih baik.
“Kami harap Mama Hilda bisa menjadi perpanjangan kata dan kalimat kami ini kepada pemerintah pusat,” kata wanita yang sudah mengabdi sebagai guru honorer sejak tahun 1992 itu.

Menanggapi keluh kesah yang disampaikan para guru honorer, Hilda Riwu Kore mengatakan, penyelesaian pergumulan guru honorer di negeri ini memang tidak mudah. Namun sebagai Senator, juga sebagai seorang ibu, dia akan berusaha memperjuangkan itu semua sehingga pergumulan guru honorer bisa teratasi.
“Dalam meeting dengan menteri, dirjen dan pejabat-pejabat yang lain, saya selalu bilang daerah kami butuh perhatian yang serius. Daerah kami di bagian timur harus diperhatikan sama seperti daerah lainnya di bagian barat,” kata Hilda yang juga adalah istri Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore ini.
“Aspirasi yang bapa mama sampaikan memberikan semangat bagi saya untuk memperjuangkannya. Ini betul-betul beban yang berat, tapi akan terus saya perjuangkan dalam paripurna di Komite III, juga dalam meeting dengan menteri. Saya yakin Tuhan pasti dengar. Seperti apa hasil pertemuan dengan menteri, saya akan sampaikan kepada bapa mama,” sambung Hilda.







