Oleh Tony Kleden
DUA hari di pekan pertama bulan Agustus 2025. Tepatnya Kamis-Jumat 7-8 Agustus 2025. Kampus Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang menjadi lebih hidup dari biasanya. Di hampir setiap sudut kampus, di lopo-lopo, di bawah naungan pohon, berkumpul mahasiswa. Dalam jumlah kecil mereka menyatu.
Aktivitas pewaris negeri ini terlihat lebih ramai. Kampus jadi hangat. Cuaca panas akibat terpaan sinar si ‘raja siang’ di puncak kemarau teredam rimbunan pohon-pohon yang berdiri tegak di kampus sejuk itu.
Selama dua hari itu, utusan dari 8 perguruan tinggi di daratan Timor hadir. Dari Universiras Nasional (Unhan) di Atambua hingga Universitas Timor di Kefamenanu. Dari Politeknik Kupang hingga STIKOM Uyelindo. Dari Undana hingga UKAW Kupang. Dan dari Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang hingga Politani Negeri Kupang selaku tuan rumah.
Jumlah mereka tidak main-main, 191 orang. Dua hari itu mereka disatukan dalam ajang Kompetisi Inovasi Teknologi (INOTEK) 2 Bidang Pertanian Regional NTT. Mereka mau unjuk diri, unjuk kemampuan, unjuk keterampilan di bidang teknologi. Tepatnya teknologi terapan di sektor pertanian, peternakan dan kelautan.
Ada 17 mata lomba. Terbanyak kontes vokasi seperti teknik okulasi (tanaman), packing benih ikan, proses karkas ayam, teknik proses fillet (ikan), teknik pengambilan sampel darah unggas, formulasi pakan ikan, handling ternak, pembuatan bakso ikan, barista manual (keterampilan meracik dan menyajikan minuman kopi), sortasi (memisahkan menurut kualitas) biji kopi; dan formulasi pakan ternak.







