KEFAMENANU KABARNTT.ID — Kantor Desa Kaenbaun dan PAUD Tunas Muda di Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), kini terisolasi setelah satu-satunya jembatan penghubung menuju fasilitas tersebut ambruk.
Ambruknya jembatan itu membuat aktivitas pelayanan publik di Kantor Desa Kaenbaun terganggu. Anak-anak PAUD Tunas Muda serta sejumlah warga yang bermukim di seberang sungai juga tidak dapat beraktivitas seperti biasa karena tidak tersedia akses alternatif.
Seferinus Timo, salah satu warga Desa Kaenbaun, kepada wartawan, Kamis (12/2/2026) mengungkapkan, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung antara pemukiman warga dengan Kantor Desa serta fasilitas pendidikan PAUD.
“Jembatan ini adalah satu-satunya akses jalan menuju ke Kantor Desa, juga menuju PAUD dan beberapa rumah warga di seberang kali. Ambruknya jembatan ini sangat mengganggu aktivitas warga, terutama yang ingin mendapatkan pelayanan di Kantor Desa dan anak-anak PAUD Tunas Muda,” ujar Seferinus.
Ia menjelaskan, tidak tersedia jalur alternatif lain karena bentangan sungai cukup lebar dan sulit dilalui, terutama saat debit air meningkat.
Menurut Seferinus, jembatan tersebut dibangun pada tahun 2011 melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP) dengan pagu anggaran sekitar Rp76 juta. Namun, konstruksi yang dinilai kurang memadai serta faktor usia menjadi penyebab utama ambruknya jembatan tersebut.
“Jembatan ini memang konstruksinya tidak terlalu bagus. Dibangun sejak tahun 2011 menggunakan anggaran PNPM MP sekitar Rp76 juta. Sekarang usianya sudah belasan tahun dan akhirnya ambruk,” jelasnya.







