Disebutkannya, jika dilihat soal orientasi pembangungan ke depan, suka atau tidak suka ekonomi menjadi lokomotif pembangunan. “Bicara soal ekonomi, kita tidak bicara soal kemampuan sebuah negara, tapi kita bicara interaksi ekonomi global. Jadi, ekonomi global itu membutuhkan figur yang memiliki kepiawaian di dalam membangun lobi-lobi politik untuk kepentingan ekonomi. Inikan bukan soal siapa yang berkuasa tetapi siapa yang terbiasa,” katanya.
Dikatakan Stang, melihat kondisi saat ini yang mengendalikan ekonomi selama 5 tahun di bawah kepemimpinan Jokowi itu adalah Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartato, sebagai Menko Perekonomian. “Itu artinya dia paham betul soal bagaimana memobilisasi sumber daya alam dalam negeri dan bagaimana dia kemudian membangun relasi ekonomi dengan negara-negara donatur, dan negara-negara maju,” sebutnya.
Menurutya, pendekatan-pendekatan ekonomi hari ini bukan hanya soal bagaimana profit, tetapi soal humanistis. “Hubungan kemanusiaan ini kan sebenarnya lebih menentukan bagaimana transaksi ekonomi untuk kepentingan sebuah negara. Jadi saya kira apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi itu sebetulnya menunjukkan bahwa Airlangga Hartarto itu memiliki kemampuan untuk membangun kerja sama ekonomi dengan negara-negara maju maupun dengan lembaga-lembaga keuangan dunia,” paparnya.
Disebutkan Atang, relasi ini sudah dibangun selama 5 tahun ketika Airlangga menjadi Menko Perekonomian. “Saya kira ini yang membuat kenapa Jokowi begitu nyaman di tengah ketepurukan bangsa soal covid tapi ekonomi kita tidak terpuruk. Ini soal kepiawaian Pak Airlangga untuk mengendalikan ekonomi, menciptakan pertumbuhan dan seterusnya,” ujarnya.







