“Ini sangat meringankan beban keluarga. Apalagi untuk mereka yang penghasilannya terbatas,” tambahnya.
Distribusi makanan di SDN Maol berjalan lancar berkat kerja sama dengan Yabiku, mitra pelaksana program yang lokasinya tidak jauh dari sekolah. Setiap hari, makanan tiba tepat waktu, disajikan saat jam istirahat kedua. Menu yang disiapkan pun bervariasi dan memperhatikan kebutuhan khusus siswa, termasuk pantangan makanan atau alergi yang telah diinformasikan sebelumnya oleh orang tua.
Saat ini, sebanyak 308 siswa SDN Maol menjadi penerima manfaat program MBG. Mereka tak hanya mendapatkan makanan, tapi juga dorongan motivasi untuk terus datang ke sekolah dan belajar lebih giat.
Di tengah tantangan pendidikan, program ini datang seperti angin segar. Ia tak hanya mengisi perut yang kosong, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak seperti Naila.
“Kalau saya besar, saya ingin jadi guru, supaya bisa ajar anak-anak,” kata Naila sambil tersenyum. (Siu)







