Dalam waktu dekat, PMI TTU juga berencana melakukan studi banding ke Unit Donor Darah (UDD) di Kupang dan PMI Semarang untuk memperkuat kapasitas kelembagaan serta memperluas jejaring kerja sama, termasuk kemungkinan menggandeng mitra dari luar negeri.
Dengan pelantikan ini, diharapkan PMI TTU mampu lebih sigap dan terstruktur dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat, terutama dalam mengatasi kebutuhan darah dan meningkatkan kesadaran hidup sehat di kalangan warga TTU.
Sementara itu,Plt, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Alfridus Bria Seran, menegaskan pentingnya kerja sama lintas batas antara Indonesia dan Timor Leste, khususnya dalam hal penanganan kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana di wilayah perbatasan.
Menurut Ir. Alfridus, konsep kerja sama dengan negara tetangga Timor Leste difasilitasi oleh pemerintah pusat melalui berbagai mekanisme, termasuk bantuan kemanusiaan dan pertukaran informasi di wilayah perbatasan.
“Rencananya akan dibentuk sebanyak masing-masing kabupaten-kabupaten 5 desa. Dimana desa-desa perbatasan bisa memberikan respon cepat atas kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita, bahkan bisa saling bantu dengan masyarakat di sisi Timor Leste. Ini juga harus melibatkan PMI di kabupaten-kabupaten perbatasan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ir. Alfridus juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta dukungan langsung kepada Bupati TTU serta para pemangku kepentingan daerah lainnya untuk memperkuat jaringan relawan dan sistem komunikasi darurat di desa-desa perbatasan.







