Pemkot Kupang Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Kota Kupang doa bersama

Demikian pun Romo Apolinaris Dedy Ladjar, Pr, mengatakan akibat diterpa badai menjadikan manusia takut, cemas dan menimbulkan trauma, namun di dalamnya itu Tuhan menolong kita dengan begitu banyak perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong masyarakat.

Menurutnya, meskipun banyak korban material yang terjadi tetapi kita bersyukur korban nyawa hanya sedikit saja dan ini keajaiban yang perlu disyukuri.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sementara ceramah kultum Islam oleh H. Muhamad Saleh Orang, menekankan bahwa sebagai manusia kita perlu bersyukur dan memohon tobat. Dalam menghadapi berbagai persoalan baik kematian dan kehilangan, maka kita perlu banyak-banyak bersabar dan berdoa agar badai yang baru terjadi di NTT ini tidak menimpa generasi kita ke depan.

Ide Resi Agung Nanda Wijaya Kusuma, rohaniwan Hindu, menyampaikan bencana yang kita alam semua ada hikmahnya di mana kita bisa saling bantu membantu dan bersama-sama membangun Kota Kupang.

Sedangkan rohaniwan Budha, Widya Dhamma Palla, S.Pd mengungkapkan bencana apa pun yang kita alami dapat dilalui bersama-sama dengan bergandengan tangan saling peduli sesama.

Dalam sambutannya, Walikota Kupang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para rohaniwan yang senantiasa mendoakan Kota Kupang dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang belum usai saat ini dan bencana alam badai siklon seroja beberapa pekan lalu.

Menurut Jefri, kotbah yang disampaikan para rohaniwan dari 5 agama memberi kekuatan bagi pemerintah dan masyarakat Kota Kupang dalam menghadapi bencana saat ini.

Pos terkait