KOTA KUPANG kabarntt.id—Pemerintah Kota Kupang menggelar doa bersama lintas agama dalam kegiatan penyegaran iman, Jumat (24/4/201) pagi ini di lantai 1 Kantor Walikota Kupang. Doa bersama digelar dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan pemulihan pasca bencana badai siklon seroja di Kota Kupang.
Di bawah tema “Dalam Keberagaman, Semangat Toleransi Membangkitkan Kepedulian dan Pengharapan Dalam Doa Bersama Untuk Keselamatan Kota Kupang” lima pemimpin agama di Kota Kupang yakni Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan Buddha melakukan kotbah/ceramah singkat bagi peserta ibadah dari jajaran Pemerintah Kota Kupang dan tamu undangan yang mengikuti secara langsung dan para pegawai yang mengikuti kegiatan secara daring melalui aplikasi zoom.
Kelima rohaniwan yakni dari Protestan oleh Pdt. Desiana Rondo, M.Th, Katolik diwakili Romo Apolinaris Deddy Ladjar, Islam oleh H. Muhamad Saleh Orang, Hindu oleh Ide Resi Agung Nanada Wijaya Kusuma dan Budha diwakili oleh Widya Dhamma Palla, S.Pd.
Sementara peserta ibadah hadir Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Kupang, Yanuar Dally, dan para pimpinan perangkat daerah dan perwakilan Forkopimda.
Sebelum melakukan doa bersama, secara bergantian para rohaniwan menyampaikan kotbah singkat terkait kondisi Kota Kupang saat ini yang masih berada di tengah Pancemi Covid-19 dan upaya pemulihan pasca bencana alam badai siklon Seroja.
Pendeta Desiana Rondo, M.Th mengungkapkan, meskipun berada dalam masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19 dan badai siklon seroja yang menimpa NTT dan Kota Kupang mengakibatkan kita manusia menjadi rapuh. Namun pertolongan Tuhan memungkinkan kita sebagai komunitas yang rapuh untuk saling menolong.







