Penjabat  Gubernur NTT Minta Nelayan Rote Gunakan Dana Hibah Kasus Montara dengan Baik

GUBERNUR ROTE2

Dalam sekapur sirihnya,  Maks Sombu mengungkapkan terima kasih atas kunjungan Ayodhia dan Ny. Sofiana Kalake serta rombongan untuk pertama kalinya di Kabupaten Rote Ndao yang mana sebagai bentuk kepedulian dan perhatian seorang pemimpin kepada warga masyarakatnya.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya mewakili segenap masyarakat di Kabupaten Rote Ndao mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan juga Ibu, di mana dalam kesibukannya dapat menyisihkan waktu untuk berkenan hadir disini,” ungkap Maks Sombu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Maks Sombu juga mengatakan bahwa pihaknya juga telah menggelar sosialisasi lintas batas bersama para nelayan agar memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait bagaimana menjaga keamanan dan kedaulatan negara di wilayah perbatasan NKRI.

“Seminggu yang lalu kami kumpul di sini bersama Forkopimda dan juga Sekda untuk adakan sosialisasi terkait lintas batas negara kepada bapa, mama yang hadir sekarang, agar ke depannya bapa, mama sekalian dapat mengantisipasi hal-hal yang berpotensi terhadap pelanggaran lintas batas, dalam hal ini hindari memasuki wilayah perairan laut Australia. Karena jika tertangkap, hukumannya cukup berat,” ujar Maks Sombu.

Maks Sombu  Sombu juga menjelaskan kepada Penjabat  Gubernur NTT bahwa para nelayan yang hadir juga termasuk para nelayan terdampak kasus Montara yang terjadi pada 2009 silam yakni kasus tumpahan minyak milik perusahaan asal Thailand, PTT Exploration and Production (PTTEP), yang meledak di lepas landas kontinen Australia.

Tumpahan minyak dengan volume lebih dari 23 juta liter mengalir ke Laut Timor sehingga mengakibatkan kerugian yang besar khususnya bagi para petani rumput laut dan juga nelayan di Rote dan Pulau Timor.

Pos terkait