Penjabat Wali Kota Kupang Minta Export Center Surabaya Bantu Pelaku Usaha Perluas Pemasaran

kota kupang eksport

Dalam sambutannya, Khair  juga mengutarakan beberapa ekspor terbesar dari Nusa Tenggara Timur adalah rumput laut, makanan olahan, dan produk rumah tangga.

Khair berharap dengan kerja sama dari Export Center Surabaya dapat meningkatkan kapasitas ekspor di Nusa Tenggara Timur.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Khair  berharap para pelaku usaha di Nusa Tenggara Timur juga berinisiatif untuk bekerja sama dengan Export Center Surabaya dalam meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam melakukan ekspor seperti pelatihan dalam pemasaran atau marketing terkhususnya para pelaku usaha yang tinggal dekat dengan perbatasan.

Sementara Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Kupang, Djemy Lassa, dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini adalah tanda bangkitnya ekonomi NTT.

Djemy  percaya bahwa Kota Kupang bersama dengan para pelaku usahanya sudah memiliki pemahaman produk lokal yang mantap, namun masih memerlukan sarana untuk bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Djemy percaya kolaborasi antara pelaku usaha bersama dengan Export Center Surabaya dapat memberikan dampak positif kepada perekonomian Kota Kupang.

Djemy menambahkan bahwa para pelaku usaha di Kota Kupang memiliki potensi pasar yang sangat baik dengan adanya segitiga emas yaitu Australia, Timor Leste dan domestik Indonesia. Dengan adanya konsep segitiga emas ini, para pelaku usaha di Nusa Tenggara Timur dapat dengan mudah untuk melakukan penetrasi ke dalam pasar internasional bersama dengan negara-negara tersebut.

Kegiatan sosialisasi tersebut juga turut menghadirkan tiga narasumber yaitu Analisis Investigasi dan Pengamanan Perdagangan Muda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Laurensius Lusi Kleden, Kepala Seksi Perbendaharaan Bea Cukai Kota Kupang, Saparudin Muhammad, Koordinator Tenaga Teknis Export Center Surabaya & Tenaga Teknis Bidang Promosi dan Strategi Pemasaran, Fernanda Reza Muhammad.

Pos terkait