Penanganan sampah, menurutnya, harus dimulai dari rumah tangga dan melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan seperti GMKI.
Terkait pembangunan gedung Sekretariat GMKI Kota Kupang, Lusi menyampaikan bahwa Pemkot Kupang berjanji akan membantu anggaran pada tahun 2025 yang akan datang sehingga dapat menuntaskan pembangunan Sekretariat GMKI Kota yang sementara dikerjakan saat ini.
Ia menjelaskan bantuan dana hibah tersebut murni sebagai dukungan dan perhatian dari pemerintah kepada GMKI Cabang Kupang untuk terus melahirkan kader-kader pemimpin masa depan yang bertanggung jawab.
Ketua GMKI Kota Kupang, Frids Tae, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Lusi Wali Kota.
Menurutnya, kehadiran Lusi merupakan kebanggaan tersendiri dan memberikan semangat bagi kader GMKI.
“Selain membahas isu-isu penting di Kota Kupang, kehadiran Bapak Penjabat Wali Kota memberikan motivasi dan inspirasi bagi kader-kader GMKI. Aktivis mahasiswa adalah kaum intelektual yang akan menjadi pemimpin masa depan Kota Kupang dan NTT,” ungkap Frids Tae.
Para senior GMKI yang hadir juga berbagi pengalaman dan memberikan motivasi kepada anggota muda untuk terus bersemangat menghadapi tantangan zaman, terutama dalam menjaga semangat kebangsaan dan keimanan dalam pelayanan kepada bangsa dan negara.
Acara silaturahmi ini juga membahas berbagai isu aktual yang dihadapi masyarakat Kota Kupang, termasuk pendidikan, lapangan kerja bagi generasi muda, serta partisipasi dalam Pilkada 2024.







