Rogan juga menyatakan apresiasi dan terima kasihnya kepada Tellend yang sudah mengunjungi dan mendengar aspirasi warga.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadirannya di tengah kami Pak Tellend. Kami sudah bertahun-tahun minta jalan diperbaiki, padahal jalan ini sudah sangat rusak, namun memang pemerintah tidak pernah hadir buat kami di RT 36 RW 09 Kelurahan Oebufu, sehingga kami minta agar Pak Tellend dapat memperjuangkan jalan yang hanya 500 meter ini. Kadang kami merasa kami anak tiri karena belum pernah didengar. Juga lampu jalan yang tidak berfungsi dengan baik. Kami mohon agar kami juga dapat mendapatkan hak yang sama karena kami juga warga Kota Kupang,” jelasnya.
Warga lain, Nyonya Dama Ledo, mengeluhkan tempat pembuangan sampah sehingga banyak warga yang buang sampah di kali. Nyonya Dama minta agar pemerintah menyiapkan tempat sampah di seluruh titik pembuangan sampah agar sampah dikumpulkan dan diangkut sesuai dengan jam yang ditentukan pemerintah.
“Pak Dewan, kami jujur, warga di dekat kali membuang sampah di kali, karena kami bingung harus buang di mana? Tempat sampah pun kami tidak ada, sehingga kami mohon agar kami juga diberikan tempat sampah agar tidak ada warga yang buang sampah di kali,” seru Nyonya Dama.
Sedangkan Nadus Voli mengungkapkan masalah saluran air. Karena beberapa rumah yang dekat lahan pertanian atau sawah sementara salurannya rusak sehingga air tergenang di rumah warga. Nadus meminta ada pembatas agar tidak berdampak pada rumah-rumah warga.
Untuk bedah rumah, kata Nadus, di RT 35 dan 36 ada beberapa warga yang benar-benar harus dibantu. “Kami sangat berharap aspirasi kami ini bisa diperjuangkan oleh wakil kami di DPRD Kota Kupang,” kata Nadus.







