“Sempat kemarin pembahasan di tingkat komisi kita dorong anggarannya digunakan saja. Kenapa mereka kesulitan dalam pengadaan karena rencana kerja anggaran yang diusulkan di APBD itu satu titik lampu yang rusak itu dianggarakan Rp 400 ribuh, namun kenyataannya harganya di toko mencapai Rp 1,5 juta. Karena itu saat ini lampu tidak ada. Warga bisa tunggu di bulan September ini pada perubahan anggaran, saya akan perjuangkan agar RT 35 dapat lampu jalan,” tegas kader Golkar tersebut.
Sementara untuk tempat sampah, Tellend sepakat dengan warga agar pengadaan TPS diganti dengan kotak sampah portebel yang ukuran 150 liter dibagikan di setiap rumah.
“Memang pengadaan tahun 2022 saya ambil untuk dibagikan di Kelurahan Liliba dan Oebobo. Nanti saya coba cek kembali kalau ada melalui Pak RT untuk diambil. Tapi kalau tidak ada, tahun 2023 saya komunikasikan dengan Dinas Kebersihan agar diprioritaskan untuk RT 36,” kata Tellend.
Sedangkan untuk tembok penahan jalan Tellend mengatakan, “Saya akan komunikasikan, karena jujur saja bahwa seharusnya kemarin itu sudah direncanakan sekaligus, jangan sampai kerja jalan duluan dan temboknya kemudian, makanya sulit. Jadi begini, dalam perencanaan anggaran ada nomenklatur kegiatan, dan ini saya bingung harus dikasih masuk di kegiatan apa? Saya menyesal kemarin tidak dikomunikasikan dengan Dinas PU untuk sekaligus direncanakan dengan baik, namun tidak apa-apa.”
Terkait bedah rumah, tahun 2022 Pemerintah Kota Kupang menganggarkan 110 rumah dibagikan di 51 Kelurahan. Kelurahan Oebufu mendapat 4 atau 5 lebih unit. Program ini dianggarkan di APBD Kota Kupang.







