Kebersamaan ini mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dalam kehidupan masyarakat adat, di mana makanan dibagikan tanpa sekat status sosial.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon perlindungan, keselamatan, serta hasil panen yang melimpah bagi seluruh masyarakat Desa Taekas dan sekitarnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Timor Tengah Utara, Camat Miomaffo Timur, Kepala Desa Taekas, Bhabinkamtibmas Desa Taekas, para tokoh adat Tunbaba, serta warga masyarakat dari berbagai kalangan. Kehadiran unsur pemerintah dan aparat keamanan menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal serta sinergi antara adat, gereja, dan negara.
Sepanjang kegiatan, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, dengan partisipasi aktif masyarakat yang mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.
Ritual Tahun Baru Adat Eko Ho’e bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga menjadi ruang refleksi spiritual dan sosial bagi masyarakat adat Tunbaba untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan, leluhur, sesama manusia, dan alam semesta. (siu)







