Tujuan dilakukan studi lapangan tersebut untuk membekali Peserta dengan kemampuan menerapkan kapasitas kepemimpinan pelayanan, dalam manajemen pelaksanaan kegiatan pembangunan melalui pengalaman best practices dan aplikasinya dalam peningkatan pelayanan publik.
Menurut Henderina, Dari sekian lokus, Pemerintahan Kota Surabaya yang dipilih karena memiliki inovasi-inovasi, hasil berpikir kritis dan kreatif, yang menjadi lesson learnt yang dapat diadobsi dan diadaptasi di wilayah Nusa Tenggara Timur sebagai upaya pemerintahan untuk meningkatkan pelayanan publik menjadi lebih baik dan memuaskan, sebagai salah satu indikator terwujudnya good governance.
“Kami memilih Pemerintahan Kota Surabaya yang kedua kali dalam tahun ini. Mudah-mudahan Bapak Walikota bersama jajaran bersedia berdiskusi tentang inovasi yang telah dilakukan dan tidak bosan melihat kami, orang NTT berkunjung ke sini,” ujarnya.
“Kami berada di sini selama 5 hari. Tiba pada hari Rabu siang kemarin, dan akan kembali ke Kupang pada hari Minggu siang. Kami akan gunakan waktu efektif selama 3 hari ini, sedangkan 1 hari lagi kami ingin berkunjung ke beberapa tempat, pusat peradaban kota ini yang sangat menginspirasi setiap orang untuk segera kembali lagi di waktu-waktu mendatang,” Lanjut Henderina.
Henderina menambahkan, Peserta Studi Lapangan (Stula) adalah Peserta Diklat Kepemimpinan Pengawas (Eselon IV) lingkup Kabupaten/Kota se- NTT.
Henderina berharap agar peserta Studi Lapangan dapat membangkitkan daya kreativitas dan inovasi untuk urusan pelayanan Publik di daerah asal peserta Stula. (Siu)







