Tiga Tahap Kegiatan
PKM ini dilaksanakan melalui tiga tahap yakni: sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap sosialisasi pada hari pertama kegiatan, para guru diperkenalkan dengan sistem perhitungan tradisional masyarakat Timor melalui video animasi dan paparan dari salah satu anggota tim yakni Arista M. Tamonob.
Materi tersebut merupakan hasil riset lapangan tim pengabdi yang melibatkan wawancara dengan pedagang, petani, dan guru yang masih menggunakan metode hitung tradisional.
Arista juga memaparkan konsep dasar etnomatematika yang meliputi definisi, tujuan, jenis, dan aplikasinya.
Tahap pelaksanaan hari kedua dan ketiga, 7–8 Agustus 2025, dibuka dengan materi dari Yohanes Jefrianus Kehi tentang integrasi etnomatematika ke dalam aritmatika modern yang kemudian disusun menjadi suatu modul pembelajaran etnomatematika.
Arista memberikan contoh struktur modul pembelajaran dengan topik aritmatika, sehingga guru memiliki gambaran konkret dalam penyusunan modul.
Peserta kemudian dibagi menjadi empat kelompok untuk menyusun modul pembelajaran yang didampingi secara intensif oleh tim pengabdi.
Pada tahap pelaksanaan ini, setiap kelompok mempresentasikan draft modul yang telah disusun. Diskusi dan umpan balik diberikan untuk menyempurnakan hasil.
Empat modul yang dihasilkan mencakup:
- Pecahan dan desimal (berbasis tradisi pembagian hasil panen jagung).
- Pola bilangan dan hubungan antarbilangan (dari keseharian petani, penjual, dan nelayan).
- Bangun datar (terinspirasi motif kain tenun Buna, Insana Tengah, Desa Letmafo).
- Satuan pengukuran baku dan tidak baku (menggunakan ikat, keranjang, dan gantang lokal).
Apresiasi dan Harapan







