Waspadai Cuaca Ekstrem Jelang Nataru, Gubernur Melki Instruksikan Tingkatkan Kesiapsiagaan

gubernur bencana 1

Terkait kondisi cuaca dan ancaman bencana hidrometeorologi, Gubernur Melki mengingatkan potensi bencana seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga gelombang tinggi dan aktivitas gunung api yang mengancam wilayah NTT.

“Dalam beberapa hari ini sudah ada pembatalan pelayaran dan penerbangan akibat cuaca buruk. Ini yang harus menjadi perhatian dan kita perlu antisipasi secara baik,” ujar Melki.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kepada para Bupati dan Wali Kota Kupang, Melki menginstruksikan agar memperhatikan beberapa hal penting berikut ini :

  1. Menetapkan status siaga darurat bencana dan membentuk Posko Siaga Darurat Bencana dengan melibatkan Perangkat Daerah terkait, unsur TNI/Polri dan relawan sampai tingkat kecamatan dengan mengoptimalkan peran Camat dalam penanggulangan bencana (Kecamatan Tangguh Bencana) dan hotline number (call center) yang bisa dihubungi setiap saat oleh masyarakat sebagai pusat informasi.
  2. Melaksanakan apel siaga bencana di daerah masing-masing dan Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana di Kota dan Kabupaten, meningkatkan koordinasi, memperkuat sinergi antara Pemerintah, TNI/Polri dan seluruh unsur pentaheliks dalam upaya mitigasi, dan memastikan perlindungan masyarakat sebagai prioritas utama dalam seluruh tahapan penanggulangan bencana.
  3. Aktivasi Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS PB) BPBD Provinsi, Kabupaten dan Kota selama 24/7 sampai dengan akhir musim hujan.
  4. Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) di Provinsi, Kabupaten/Kota tersedia dan dapat diakses dengan cepat untuk penanganan darurat bencana. Menyiapkan buffer stok logistik guna pemenuhan kebutuhan dasar saat darurat bencana, terutama di wilayah berpotensi terputus akses.
  5. Melakukan identifikasi ulang titik-titik rawan banjir, longsor, dan wilayah berpotensi terisolasi. Menyiapkan peralatan darurat, termasuk alat berat di titik-titik rawan longsor untuk percepatan pembukaan akses jika terjadi bencana.
  6. Kesiapan Tim Reaksi Cepat (TRC) multi sektor di Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk siaga penuh menghadapi potensi banjir dan longsor. Menggerakkan aparat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama turut menyampaikan informasi cuaca ekstrem serta mengoptimalkan rumah ibadah, gedung sekolah, dan fasilitas umum sebagai tempat evakuasi bila diperlukan.

Sementara untuk pengendalian mobilisasi masyarakat dan arus barang menjelang Nataru, Melki menginstruksikan agar pihak KSOP, ASDP, dan Pelni betul-betul memastikan kelaikan kapal, kesiapan dermaga, serta penegakkan larangan over kapasitas.

Pos terkait