Yang Tercecer dari HUT Matim Cup I, Tuan Rumah Yang Baik

matim cup3
Foto bersama pengurus PBVSI Manggarai Timur usai menyelenggarakanj kompetisi HUT Matim Cup 1. (foto: panitia)
matim cup4
Ofisial Tim Lengor sedang memberi instruksi bagi timnya di sela-sela pertandingan. (foto: panitia)

Fakta-fakta tersebut sempat menjadi bahan perbincangan  di antara ofisial dan tim peserta kompetisi. Mencuat gugatan, “Benarkah PBVSI Manggarai Timur memberi hadiah sebagaimana diumumkan?” Menampik selentingan tersebut dua wanita hebat di tubuh PBVSI, Ibu Dorthin dan Ibu Rit selalu beri jawaban  gemas dan gelisah. Gemas karena angka sepuluh juta bukanlah nominal yang kecil. Gelisah apakah jumlah angka yang diumumkan terealisasi saat hadiah itu diserahkan?

Tapi yang jelasnya, PBVSI Manggarai Timur beda bro. Sebagaimana ditegaskan ketua bahwa PBVSI Manggarai Timur, Sales Medi,  bukanlah media mencari uang. Tetapi semata-mata memayungi generasi muda Manggarai Timur yang memiliki bakat bola voli. Jika ada atlet yang memiliki kapasitas diberi latihan khusus sekaligus promosi ke laga-laga bergengsi baik level nasional maupun internasional. Kompetisi HUT Matim Cup I, tegas Sales Medi, menggunakan uang rakyat. Tentunya, wajib hukumnya lurus, jujur, dan telanjang. Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Itu kata kuncinya.

Di titik inilah Sales yang juga Ketua DPRD Matim ini selalu ingatkan ulang-ulang kepada panitia. Bahwa lelah mengurus pelaksanaan kegiatan selama 12 hari bukanlah perkara gampang. Tapi bukan jadi alasan untuk potong apa yang menjadi hak peserta. Hak kaisar berikan kepada kaisar. Kepada peserta apa yang menjadi hak peserta.

Pos terkait