“Saya sadari semua anggota panitia memiliki pekerjaan pokok yang tidak bisa dihindarkan. Sangat diharapkan pentas perdana ini memberi kesan menggoda dan penasaran. Peserta puas, penonton puas, dan kita panitia mendapat nilai plusnya. Itulah harapannya. Agar PBVSI Manggarai Timur yang baru seumur jagung ini tidak mengulang dosa-dosa ketika berurusan dengan olahraga generasi muda Manggarai Timur, “ pinta Sales.
Apa yang diingatkan tersebut benar adanya. Panitia kerja keras. Evaluasi kegiatan berlangsung hampir setiap kegiatan selesai. Koordinasi teratur dan tanggung jawab panitia lokal yang solid turut memuluskan seluruh roda kegiatan hingga selesai. Kesannya semua pihak puas. Semua merasa terhibur. PBVSI Manggarai Timur memang hebat.
Kerja-kerja panitia, selain dukungan panitia lokal juga warga setempat. Warga Peot, selain menonton pertandingan juga mendukung kerja panitia. Caranya turut serta menjaga keamanan dan kenyamanan tim yang bertanding. Taat terhadap aturan dan rambu-rambu larangan panitia. Warga setempat selalu siap membantu jika diperlukan. Warga Peot menunjukkan etika dan tata krama tuan rumah yang baik.
Bayangkan saja, barang bawaan penonton seperti handphone, helm, kunci motor atau barang lain yang ditemukan di sekitar lapangan pertandingan, tempat parkir di kompleks gereja diserahkan kepada panitia untuk diumumkan.
Bukan itu saja uang yang jatuh dari saku penonton dengan jumlah terkecil pun diserahkan kepada panitia untuk umumkan. Warga Peot memang hebat. Orang-orang beradab dan bermartabat. Butir-butir warisan leluhur tetap dirawat jaga, dihayati hidupkan. Warga Peot, luar biasa. (kanis lina bana/bersambung)







