Kepada para peserta Pater Sebast berpesan agar dalam implementasinya selalu memegang teguh empat prinsip, yakni tekun, ulet, tabah dan berharap.
“Para peserta yang mendapat pelatihan ini adalah sebuah berkat bagi paroki kita. Berkat itu tidak boleh berhenti di dalam keluarga saja tetapi harus berdampak kepada umat di paroki ini. Karena itu agar berkat ini terus berkelanjutan, maka para peserta perlu memiliki harapan (obsesi) bahwa usaha ini akan diberkati dan menjadi berkat bagi banyak orang,” kata Pater Sebast.
Kanis Kusi, mantan Ketua PSE Keuskupan Agung Kupang, yang saat ini menangani Seksi Pemberdayaan Ekonomi, mengatakan, kegiatan ini sebagai implementasi dari rencana kerja yang digagas oleh Dewan Pastoral Paroki Sancta Familia, Seksi Pemberdayaan Ekonomi, Seksi Pemberdayaan Perempuan dan Orang Muda Katolik.
Kegiatan ini untuk mewujudnyatakan Pastoral Empat R, khusus menyasar dimensi PasaR dan DapuR.
“Kami menyadari bahwa kita memiliki sumber daya alam yang cukup. Demikian pun sumber daya manusianya. Pelatihan ini mempertemukan dua hal ini dengan tujuannya adalah meningkatkan ekonomi rumah tangga. Ekonomi Rumah Tangga umat paroki harus kuat, itu obsesi DPP. Maka kolaborasi tiga seksi sekaligus untuk mengikuti kegiatan ini adalah wujud dari kepeduliaan DPP terhadap kondisi kekinian umat Paroki Sancta Familia Sikumana. Bila PasaR dan DapuR umat kuat, maka MimbaR dan AltaR dengan sendirinya akan tertopang. Jadi pelatihan kolaboratif ini sejatinya adalah DPP membawa keluar MimbaR dan Altar ke PasaR dan DapuR,”kata Kanis.







