“Acara ini dihadiri oleh Walikota dan Bupati Kupang, Ibu Bupati Sumba Barat Daya, serta dihadiri oleh para Kepala Desa, lurah lokus usaha dari 22 Kabupaten Kota. Selain itu, acara ini juga disambut dengan antusiasme oleh 190 UMKM dan PKL yang dengan semangat menyediakan 1000 porsi aneka makanan untuk dinikmati pengunjung secara gratis,” terang Viktor.
Viktor menjelaskan, ke-44 produk OVOP yang diluncurkan telah melalui serangkaian proses pemetaan potensi dan keberlanjutan bahan baku, penilaian desa satelit, identifikasi pembeli, jalur distribusi, serta analisis aspek legalitas dan pendampingannya.
Tiga produk telah mendapatkan pendampingan yang kini telah berakhir, sementara empat UMKM dari dua kabupaten masih mendapat pendampingan dari pemerintah kabupaten, namun telah diserahkan kepada pemerintah provinsi untuk pendampingan lebih lanjut. Sedangkan 37 produk lainnya masih belum mendapat pendampingan.
Viktor menjelaskan, pendampingan provinsi berfokus pada berbagai aspek penting, seperti peningkatan kualitas produksi, bantuan sarana prasarana produksi, kemasan, labeling, pengurusan izin edar BPOM dan halal, pengurusan Barcode dan QRIS, serta penguatan pemasaran digital dan promosi produk sepanjang tahun 2025.
“Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan luar biasa, terutama kepada Bapak Sekda, BPOM NTT, BPJS NTT, dan Bank NTT yang telah menyediakan panggung untuk pelaksanaan OVOP yang sangat berarti ini. Kami sangat menantikan kolaborasi lebih lanjut dengan perguruan tinggi dan mitra lainnya dalam riset, pengembangan, dan inovasi produk berbasis potensi lokal, untuk mewujudkan kemajuan ekonomi yang berkelanjutan. Satu desa, satu karya,” tegasnya. (ab/den)







