Fokus pada produk-produk kerajinan tangan untuk suvenir. Sepatu motif, sandal motif, anting motif, kalung otif, ikat pinggang motif, tas motif, gelang motif, topi motif, masker motif, gantungan kunci, kopia, dasi motif dan produk lainnya. Sherly bahkan sudah mempunyai galeri suvenir produk asli Sikka.
“Pada awalnya memang karena saya peduli dengan limbah dari tenun itu sendiri yang belum terolah dengan baik di Kabupaten Sikka. Dari situ saya mencoba membuat sesuatu dengan mendaur ulang sisa-sisa atau limbah dari tenun-tenun tersebut kemudian kita kembangkan. Dan puji syukur diminati. Dengan begitu saya kembangkan pelatihan-pelatihan. Awalnya memang di seputaran Kabupaetn Sikka, kemudian berkembang ke lintas kabupaten seperti ke TTS, Ngada, dan berkembang lintas provinsi yakni sampai ke Papua,” tutur juara berbakat tata rias pengantin ini.
Lanjut mantan Ketua IWAPI Kabupaten Sikka ini, bergelut dengan UMKM memang adalah cita-citanya dari kecil. Dengan bergelut di UMKM, Sherly menegaskan jati dirinya sebagai pelaku UMK.
“Saya memang bergerak di UMKM. Sebelumnya juga adalah Ketua IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Kabupaten Sikka. Berkembang dan menjadi ketua di Asosiasi Pelaku UMKM dan Ekaraf Kabupaten Sikka (AKUSIKA) sampai saat ini,” imbuh alumna SMPN 1 Kediri tahun 1986 itu.
Menurut instruktur kerajinan suvenir itu, memperjuangkan nasib pelaku UMKM terutama perempuan Sikka dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah itu adalah cita-citanya dari dulu. Sejauh ini dia tetap bertahan dengan tekad ini.







