Sorgum NTT Masa Depan Indonesia

ntt pangan

Maringka  menyebut tahun 2022, ekspor dari bidang pertanian sebesar Rp 390 triliun, tahun 2020 mencapai Rp 451 triliun, dan tahun 2021 mencapai Rp 625 triliun.

Ini artinya, pada situasi pandemi Covid-19 saja, sektor pertanian mampu melakukan ekspor produk. Ekspor juga menunjukkan bahwa hasil itu berasal dari pertanian rakyat, bukan sawit atau perusahaan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Seharusnya, semua pihak bisa mempertahankan situasi semacam ini.  Ekspor dari produk seperti kelapa, pala dan hasil pertanian rakyat, juga menembus angka 3 triliun dalam waktu 5 bulan di tahun 2022. Krisis pangan, mestinya tidak terjadi di negara ini.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Inspektur Daerah NTT, Kanisius Mau, ketika membacakan sambutan tertulis Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, mengatakan, pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

Dengan berbagai dinamika yang ada maka perlu kolaborasi dalam membangun pertanian. Ia menyampaikan, pada tahun 2022 Pemerintah pusat menargetkan peningkatan produktivitas sebesar 7 persen dan ekspor tiga kali lipat. (np)

Pos terkait