Urban Farming  Jadi Solusi Pengendalian Inflasi di Kota Kupang

kota kupang inflasi

Selain urban farming seperti menanam kelor dan sorgum di sejumlah lahan kosong, Pemkot Kupang juga sudah mulai membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemasok bahan-bahan kebutuhan pokok pemicu inflasi seperti telur dan ayam potong, yang selama ini didatangkan dari luar NTT.

Kerja sama juga dilakukan dengan daerah-daerah lain yang ada di daratan Timor yang selama ini memasok suplai barang kebutuhan pokok warga Kota Kupang.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

George juga sudah minta Dinas Perhubungan untuk mengintervensi kenaikan harga barang akibat kenaikan biaya transportasi, dengan memberikan subsidi kepada penyedia jasa angkutan barang-barang kebutuhan dari luar Kota Kupang, seperti mobil pick up.

Dinas Komunikasi dan Informatika dan PD Pasar juga akan bekerja sama menyajikan informasi perkembangan harga pasar secara rutin, baik berupa billboard di pasar-pasar, maupun melalui siaran keliling.

Dinas perindustrian dan perdagangan juga diminta untuk melakukan operasi pasar secara rutin setiap hari. Sedangkan operasi pasar gabungan bersama stakeholder terkait lainnya dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa setiap minggu.

Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Setda Provinsi NTT, Dr. Lery Rupidara, menjelaskan extra effort pengendalian inflasi datang dari kearifan lokal pemerintah daerah yang tahu seperti apa masyarakatnya. Dengan demikian bisa diambil langkah-langkah yang sesuai keadaan nyata masyarakat.

Selain urban farming, menurutnya, perlu ada gerakan moral untuk melakukan penghematan, baik penggunaan bahan bakar minyak seperti gerakan jalan kaki dan menggunakan angkutan umum, serta gerakan sosial food lost and waste, dengan mengurangi acara-acara yang mengakibatkan akumulasi kebutuhan komoditas serta mempengaruhi stok.

Pos terkait