Pengendalian inflasi juga, menurutnya, terkait dengan 4K, yakni: ketersediaan stok, kelancaran distribusi, keterjangakauan harga serta komunikasi yang efektif, yang tidak membuat warga jadi panik.
Sementara itu, Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, S. Donny H. Heatubun, menyampaikan pada Oktober 2022, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,37%, melandai dibandingkan bulan sebelumnya.
Meskipun demikian inflasi Kota Kupang lebih tinggi dibandingkan inflasi NTT maupun nasional, terutama didorong oleh kenaikan beberapa komoditas makanan seperti ayam ras, ikan kembung dan sawi putih.
Bensin juga, menurutnya, masih menyumbang inflasi di bulan Oktober seiring dengan base effect akibat kenaikan harga bensin yang berlaku sejak 3 September 2022. Sabun mandi dan beberapa kebutuhan rumah tangga lainnya juga turut mengalami inflasi seiring dengan kenaikan biaya distribusi.
Menurutnya, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk pengendalian inflasi. Antara lain pemantauan harga dan operasi pasar, mengoptimalkan kelancaran distribusi, mereduksi biaya transportasi barang/jasa dengan subsidi ongkos angkut, memastikan ketersediaan bahan pangan, memberikan bantuan sosial bagi masyarakat rentan serta memperkuat koordinasi TPID dengan TPIP. (pkp_ans)







