KOTA KUPANG – Pemerintah Kota Kupang menyadari betul dunia saat ini berada di era digital. Apalagi di tengah pandemi Covid 19 yang membatasi intensitas pertemuan fisik dan kerumunan massa, digitalisasi menjadi keharusan.
Digitalisasi itu tidak hanya di sektor pendidikan tetapi juga di sektor lain, termasuk dalam upaya pemulihan ekonomi.
Itu sebabnya Pemerintah Kota Kupang menggagas sebuah pelatihan gratis terbesar dengan peserta mencapai 5.000 orang bertajuk Digitalpreneur Online Learning.
Peluncuran program ini dilakukan di sela-sela acara ngopi sore Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, bersama pemuda, LSM serta pelaku UMKM dan usaha kreatif Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (19/8/2020).
Walikota mengatakan, pelatihan ini dimaksudkan untuk menggerakkan kaum muda sebagai kekuatan utama pembangunan ekonomi bangsa agar membangun usahanya dengan memanfaatkan teknologi digital dan tidak lagi terpaku pada cara-cara konvensional.
Jefri mengaku globalisasi telah memaksa semua kalangan untuk menyesuaikan diri. Jika tidak, bisa dipastikan orang tersebut akan tertinggal jauh dari yang lain.
“Contoh sederhana saja, kalau kita tidak tahu operasi komputer saja kita sudah dianggap terbelakang. Karena itu butuh adaptasi supaya kita bisa maju dan bersaing,” ujarnya.
Jefri mengakui sebagai kepala daerah dan juga orang tua tidak bisa membiarkan pemuda Kota Kupang berdiam diri dan tidak mengikuti perkembangan. Karena itu lewat pelatihan ini Pemerintah Kota Kupang ingin mengajak pemuda Kota Kupang untuk memanfaatkan kemajuan teknologi internet untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan keluarga mereka.







