<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Feature &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/feature/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jul 2026 14:55:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>Feature &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SVD, Peradaban dan Terima Kasih Umat</title>
		<link>https://kabarntt.id/feature/svd-peradaban-dan-terima-kasih-umat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 14:55:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Konser Musik Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Agung Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29390</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Tony Kleden ADA serial buku yang sangat menarik tentang kisah dan riwayat para misionaris&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/svd-peradaban-dan-terima-kasih-umat/">SVD, Peradaban dan Terima Kasih Umat</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Tony Kleden</strong></p>
<p><strong>ADA</strong> serial buku yang sangat menarik tentang kisah dan riwayat para misionaris tarekat SVD (<em>Societas Verbi Divini</em>/Serikat Sabda Allah) asal Belanda yang bekerja di Indonesia.  Semua mereka sudah meninggal dunia.</p>
<p>Serial buku yang terdiri dari empat buku dengan judul menarik: “Indahnya Kaki Mereka, Telusur Jejak Para Misionaris Belanda” ini dieditori Pater John Dami Mukese, SVD (alm) dan Romo Eduard Jebarus, Pr, imam projo yang berkarya di Keuskupan Larantuka.</p>
<p>Dua editor buku ini sangat detail, plastis dan kuat mengisahkan bagaimana kehidupan masa kecil para misionaris asal Belanda, kondisi sekaligus dukungan keluarga mereka, suka duka titian panggilan mereka, semangat mereka ke tanah misi dan jejak karya dan pengabdian yang mereka tinggalkan di Flores, Timor, Sumba, Sumbawa, Jawa, Lombok dan Bali.</p>
<p>Sebagai anggota SVD, Pater John Dami Mukese tahu dengan baik seperti apa jiwa dan spiritualitas SVD. Romo Eduard Jebarus, meski seorang rohaniwan projo, gaya dan corak hidupnya sangat  kuat cita rasa SVD karena dia pindahan dari SVD ke projo. Dengan begitu, Romo Eduard juga sangat paham SVD, tarekat yang didirikan St. Arnoldus Janssen di Steyl, Belanda, 8 September 1875 ini.</p>
<figure id="attachment_29392" aria-describedby="caption-attachment-29392" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-large wp-image-29392" src="https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-12-at-00.39.07-300x170.jpeg" alt="WhatsApp Image 2026 07 12 at 00.39.07" width="300" height="170" title="SVD, Peradaban dan Terima Kasih Umat 1" srcset="https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-12-at-00.39.07-300x170.jpeg 300w, https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-12-at-00.39.07-200x112.jpeg 200w, https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-12-at-00.39.07.jpeg 650w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29392" class="wp-caption-text">Panitia konser musik dan pentas teater foto bersama para frater usai pentas di Auditorium Undana, Sabtu (11/7/2026)</figcaption></figure>
<p>Terbaca dalam buku itu betapa benih panggilan tumbuh subur di Eropa pada akhir tahun 1800-an hingga awal 1900-an. Kehidupan iman keluarga Katolik cukup baik dan kuat mengakar. Gairah masuk seminari anak-anak laki-laki cukup tinggi. Dukungan keluarga juga total dan luar biasa.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/svd-peradaban-dan-terima-kasih-umat/">SVD, Peradaban dan Terima Kasih Umat</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Pengampunan Mengalir dari Balik Jeruji ke Halal Bihalal</title>
		<link>https://kabarntt.id/feature/ketika-pengampunan-mengalir-dari-balik-jeruji-ke-halal-bihalal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 11:41:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Christian Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag Kota Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29303</guid>

					<description><![CDATA[<p>Halal bihalal sudah menjadi tradisi di lingkungan Kementerian Agama Kota Kupang. Bahkan untuk tahun ini,&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/ketika-pengampunan-mengalir-dari-balik-jeruji-ke-halal-bihalal/">Ketika Pengampunan Mengalir dari Balik Jeruji ke Halal Bihalal</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halal bihalal sudah menjadi tradisi di lingkungan Kementerian Agama Kota Kupang. Bahkan untuk tahun ini, sebelum hari suci Idul Fitri tiba, acara itu sudah diwacanakan rekan-rekan pegawai Muslim dan Muslimah di bawah koordinasi Aladin sebagai Ketua Panitia. Dan, hari ini, Selasa, 14 April 2026, perayaan itu pun terlaksana di aula hotel Timore Kupang.</p>
<p>Gebyar persaudaraan dan sukacita tidak saja dimiliki keluarga besar Kementerian Agama Kota Kupang namun juga menyentuh hati para undangan. Hadir dalam perayaan itu, Walikota Kupang, Christian Widodo, Forkompimda Kota Kupang, FKUB Kota Kupang, MUI dan sejumlah undangan lain.</p>
<p>Semua larut dalam sukacita melalui pelbagai acara yang ditampilkan. Pemandu acara, Saudah Abdullah dan Raka mengundang Muhammad Rizieq, siswa SD Plus Attin Namosain, Kota Kupang, membawakan pidato. Tepuk tangan mengiringi langkahnya menuju panggung. Dan ternyata, siswa tersebut adalah peraih juara pertama lomba Pidato Dai Cilik (Pidacil) tingkat Kota Kupang yang digelar beberapa waktu lalu. Walaupun yang hadir pada umumnya berstatus sebagai ayah dan ibu, dai cilik itu seperti berkata kepada dirinya, betapa pentingnya menghormati orang tua sebagai jalan menuju kesuksesan.</p>
<p>Aplaus panjang dan gemuruh sorak sorai kembali menggema ketika empat ASN beragama Kristen, Nerly, cs, membawakan lagu-lagu rohani bernuansa Islami. Alunan suara mereka tidak hanya merdu di telinga namun mengalirkan damai dalam hati. Perbedaan keyakinan bukan penghalang melainkan perekat dan memperkaya kebersamaan. Hari ini, halal bihalal keluarga besar Kemenag Kota Kupang menggapai tujuannya: sebagai ruang saling memaafkan dan mempererat persaudaraan.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/ketika-pengampunan-mengalir-dari-balik-jeruji-ke-halal-bihalal/">Ketika Pengampunan Mengalir dari Balik Jeruji ke Halal Bihalal</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Senja Terakhir Seorang Wartawan, Obituari Tata Kornelis Kewa Ama</title>
		<link>https://kabarntt.id/feature/senja-terakhir-seorang-wartawan-obituari-tata-kornelis-kewa-ama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 00:52:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[kornelis kewa ama]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan kompas]]></category>
		<category><![CDATA[yos sudarso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rabu (11/03/2026) berjalan seperti hari-hari biasa di rumah mereka. Mesin cuci berdengung pelan. Pakaian yang&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/senja-terakhir-seorang-wartawan-obituari-tata-kornelis-kewa-ama/">Senja Terakhir Seorang Wartawan, Obituari Tata Kornelis Kewa Ama</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu (11/03/2026) berjalan seperti hari-hari biasa di rumah mereka. Mesin cuci berdengung pelan. Pakaian yang sudah bersih dijemur satu per satu. Beberapa minggu terakhir, pekerjaan rumah memang lebih sering ia lakukan sendiri.</p>
<p>Istrinya, seorang dokter, masih dalam masa pemulihan setelah lama berjuang melawan kanker kandungan. Belum lama pula ia terjatuh di rumah hingga tangannya patah. Karena itu, lelaki yang pernah puluhan tahun bekerja sebagai wartawan di harian <em>Kompas</em> itu mengambil alih banyak urusan domestik. Bukan karena ia tak ingin menggunakan jasa pembantu rumah tangga, tetapi lebih karena ia ingin mengisi hari-hari pascapensiunnya dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana di rumah. Hal-hal yang dulu jarang sempat ia lakukan ketika hidupnya masih dipenuhi dengan ritme kerja seorang wartawan.</p>
<p>Ia mencuci pakaian, membereskan rumah, dan memastikan semuanya berjalan seperti biasa. Dan, Rabu itu, ketika sore hari, ia sempat mengatakan kepada istrinya bahwa rasanya ingin makan ikan bakar. Kalimat sederhana yang mungkin terdengar seperti percakapan kecil dalam rumah tangga yang telah berjalan panjang.</p>
<p>Ia lalu mengambil kunci mobil dan keluar rumah untuk mencari ikan bakar. Tak ada yang menyangka, itu menjadi perjalanan terakhirnya. Sebab,  ketika senja berubah menjadi malam, ia tak juga kembali. Telepon selulernya dihubungi berkali-kali, tetapi tidak dijawab.</p>
<p>Kecemasan mulai mengendap di hati istrinya. Di rumah itu hanya ada mereka bertiga: sang istri, putra semata wayang mereka Ano, dan malam yang semakin terasa panjang. Ano adalah kebanggaan mereka. Sejak kecil ia didiagnosis autisme. Jalan hidupnya tidak mudah. Namun dengan kesabaran dan ketekunan kedua orang tuanya, Ano perlahan bertumbuh melampaui banyak batas yang dulu terasa berat. Ia bahkan mampu menyelesaikan pendidikan sarjana musik di Universitas Negeri Yogya. Bagi orang tuanya, itu adalah pencapaian yang tidak ternilai.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/senja-terakhir-seorang-wartawan-obituari-tata-kornelis-kewa-ama/">Senja Terakhir Seorang Wartawan, Obituari Tata Kornelis Kewa Ama</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yang Tercecer dari HUT Matim Cup I:  Jumpa Lagi di DPRD Cup (3)</title>
		<link>https://kabarntt.id/feature/yang-tercecer-dari-hut-matim-cup-i-jumpa-lagi-di-dprd-cup-3/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 13:46:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPRD Manggagari TImur]]></category>
		<category><![CDATA[PBVSI Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Sales medi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=28822</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bekerja sama dengan Ketua PBVSI Manggarai Timur, Sales Medi, butuh mental kuat. Komitmen tulus. Kreatif&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/yang-tercecer-dari-hut-matim-cup-i-jumpa-lagi-di-dprd-cup-3/">Yang Tercecer dari HUT Matim Cup I:  Jumpa Lagi di DPRD Cup (3)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bekerja sama dengan Ketua PBVSI Manggarai Timur, Sales Medi, butuh mental kuat. Komitmen tulus. Kreatif dan agresif. Responsif menyikapi segala hal yang berkaitan dengan kelancaran kegiatan. Koordinasi seperlunya. Jika ada yang tidak beres segera ambil tindakan.</p>
<p>Itu sebabnya Sales yang juga Ketua DPRD Matim ini marah besar jika ada hal yang tidak segera ditanggapi. Tapi tidak pernah dendam. Selesai marah, selesai juga masalahnya. Baginya kerja cepat dan tuntas itu misi utamanya. Tak heran ada kesan, Ketua PBVSI Manggarai Timur ini “wajah sangar hati malekat!”</p>
<p>Padanya tak  ada mental bos. Apalagi duduk santai sambil perintah. Baginya semua pengurus dan panitia sama. Itu sebabnya urusan tetek bengek juga dia terlibat. Pokoknya tak pernah diam. Tak segan-segan terjun langsung apabila ada hal-hal yang mengganggu. Tidak tanggung pula mengorbankan uang pribadinya untuk urusan pertandingan.</p>
<p>Ia selalu ada bersama panitia sambil memantau hal-hal yang perlu dicukupi. Komitmen ini ia tunjukan. Urusan pungut sampah saja, dia terlibat. Pengurus dan panitia mengakui keunggulan sang ketua ini.</p>
<p>“Beruntung Ketua PBVSI Matim ini ditukangi oleh figur yang tepat. Jika tidak, mungkin saja kompetisi HUT Matim Cup I ini bakal berantakan. Sebab sedari awal sudah rasakan kekurangan sana-sini,” ucap beberapa pengurus PBVSI Manggarai Timur di sela-sela evaluasi kegiatan.</p>
<p>Menurut Sales Medi, kinerja dan komitmen mengurus bola voli bukan karena hitungan  politis. Bukan iming-iming akan hal yang lebih besar. Apa yang dia tunjukan semata-mata untuk kebaikan bersama. Sebab dia sadar di Manggarai Timur ruang hiburan masyarakat sangat terbatas. Masyarakat butuh ruang mengisi jedah  dengan hiburan  positif ketika lelah mendera di tengah kesibukan mengurus hidup dan kehidupannya.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/yang-tercecer-dari-hut-matim-cup-i-jumpa-lagi-di-dprd-cup-3/">Yang Tercecer dari HUT Matim Cup I:  Jumpa Lagi di DPRD Cup (3)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yang Tercecer dari HUT Matim Cup I : Kesan Pertama Mendebarkan   </title>
		<link>https://kabarntt.id/feature/yang-tercecer-dari-hut-matim-cup-i-kesan-pertama-mendebarkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 03:40:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Matim Cup I]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPRD Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Sales medi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=28800</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABAR NTT.ID&#8211;Di usia ke-18 tahun Kabupaten Manggarai Timur, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Cabang&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/yang-tercecer-dari-hut-matim-cup-i-kesan-pertama-mendebarkan/">Yang Tercecer dari HUT Matim Cup I : Kesan Pertama Mendebarkan   </a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABAR NTT.ID</strong>&#8211;Di usia ke-18 tahun Kabupaten Manggarai Timur, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Cabang Manggarai Timur terbentuk. Sebelum-sebelumnya hanya sebatas wacana. Hangat-hangat di awal, kemudian menghilang  bagai ditelan bumi. Entah apa alasannya. Tidak ada yang tahu pasti. Semuanya diam, hening.</p>
<p>Padahal organisasi yang menaungi bidang bola voli ini sangat fital untuk konteks Manggarai Timur. Sebab  potensi olahraga di bidang ini sangat menjanjikan. Banyak putra-putri berbakat Manggarai Timur tersebar di desa-desa dan kecamatan. Lihat saja pertandingan bola voli tingkat kampung atau lingkup KBG, muncul mendadak pemain-pemain dengan bakat alam yang luar biasa. Tinggal poles saja, bisa jadi atlet yang dapat mengharumkan nama daerah Manggarai Timur.</p>
<p>Berbeda dengan organisasi di bidang sepak bola. Sedari awal sudah terbentuk. Mereka-mereka yang bergabung dalam organisasi ini tetap bertahan. Rapat tahunan pergantian pengurus hanya formalitas saja. Mereka-mereka itu cenderung langgeng dalam kepengurusannya.</p>
<p>Bahkan ada oknum yang tetap bercokol  hingga saat  ini. Masa  jabannnya sama tuanya dengan usia Kabupaten Manggarai Timur. Kita patut bertanya, “Ada apa dengan semuanya ini?” Tak ada yang bisa menjawab. Kecuali mereka-mereka yang sudah laten  bersekutu dengan organisasi tersebut. Kita hanya menggugat, “Tanpa prestasi kok bertahan?” Aneh bin ajaib.</p>
<p>Mungkin benar pepatah lain padang lain belalang. Tapi mengapa urus sepak bola jadi rebutan? Bahkan nekad <em>move </em>agar tidak tersungkur dari kepengurusan?  Sementara urus bola voli tak ada yang melirik? Pada ruang ini, tak perlu  bertanya lagi. Itu rahasia perusahaan. He..he..he&#8230;</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/yang-tercecer-dari-hut-matim-cup-i-kesan-pertama-mendebarkan/">Yang Tercecer dari HUT Matim Cup I : Kesan Pertama Mendebarkan   </a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berdoa Dengan Tidak Jemu-Jemu</title>
		<link>https://kabarntt.id/feature/berdoa-dengan-tidak-jemu-jemu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2025 03:35:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[John Naben]]></category>
		<category><![CDATA[John Naben SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Novisiat SVD Kuwu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=28552</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Pater John Naben, SVD Ada tiga orang sahabat yang hidup bertetangga. Daud seorang tukang&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/berdoa-dengan-tidak-jemu-jemu/">Berdoa Dengan Tidak Jemu-Jemu</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Pater John Naben, SVD</p>
<p>Ada tiga orang sahabat yang hidup bertetangga. Daud seorang tukang besi; Ali seorang petani tulen dan Karim seorang tukang kayu yang ulet. Selain menjadi seorang tukang besi, Daud dikenal sebagai seorang pemabuk di kampung itu dan menganggap diri paling hebat di antara semua tukang besi yang ada.</p>
<p>Ali dikenal sebagai seorang yang takut akan Tuhan. Dia bekerja mulai dari matahari terbit sampai pada matahari terbenam. Dia seorang yang rajin berdoa, hadir dalam kegiatan rohani di lingkungan, dan rajin memimpin doa rosario pada bulan Mei dan Oktober. Namun, kekurangan yang dimilikinya adalah cepat marah dan sering bertengkar dengan orang di sekitarnya. Sedangkan Karim adalah seorang tukang kayu, yang baik hati, yang disenangi oleh semua orang, bergaul dengan siapa saja dan juga ramah-tamah.</p>
<p>Pada suatu hari, ketiganya terkena penyakit kusta pada waktu yang bersamaan. Sesuai dengan kebiasaan, ketiga orang itu – Daud, Ali dan Karim – harus menyingkir dan tinggal di pondok di luar perkampungan warga. Mereka diisolasi dari keramaian dan hidup menjauh dari orang-orang di desa. Mereka bahkan diasingkan oleh keluarga, saudara/i sekandung.</p>
<p>Pada suatu malam ketiganya bermimpi mendengar suara Tuhan yang mengatakan ‘berdoalah untuk kesembuhanmu’. Pada pagi harinya, ketiganya bercerita tentang mimpi yang sama. Dan mereka berkesimpulan bahwa mimpi itu sesungguhnya adalah pesan dari Tuhan sendiri. Ketiganya lalu berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon penyembuhan dari Tuhan.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/berdoa-dengan-tidak-jemu-jemu/">Berdoa Dengan Tidak Jemu-Jemu</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangun Kembali Wajah “Nai Babu”, Kisah Persatuan Keturunan</title>
		<link>https://kabarntt.id/feature/membangun-kembali-wajah-nai-babu-kisah-persatuan-keturunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 09:34:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Banain C]]></category>
		<category><![CDATA[Nai Babu]]></category>
		<category><![CDATA[Nai Tnopo ana]]></category>
		<category><![CDATA[Renovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Adat]]></category>
		<category><![CDATA[tahun 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=28506</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEFAMENANU KABARNTT.ID &#8212; Di bawah terik matahari Desa Banain C, Kecamatan Bikomi Utara, suara sekop,&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/membangun-kembali-wajah-nai-babu-kisah-persatuan-keturunan/">Membangun Kembali Wajah “Nai Babu”, Kisah Persatuan Keturunan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEFAMENANU KABARNTT.ID</strong> &#8212; Di bawah terik matahari Desa Banain C, Kecamatan Bikomi Utara, suara sekop, tawa, dan lantunan gong bercampur menjadi satu dari halaman rumah adat Nai Babu. Debu beterbangan, aroma tanah basah menyeruak, dan di antara riuhnya kerja bakti, tampak para lelaki mengangkat batu fondasi sementara para perempuan sibuk di dapur belakang menyiapkan santapan untuk semua. Hari itu bukan sekadar hari kerja biasa, melainkan awal dari sebuah kebangkitan budaya dan persaudaraan.</p>
<p>Setelah bertahun-tahun berdiri menantang waktu, rumah adat Nai Babu akhirnya direnovasi. Atapnya yang mulai lusuh, tiang-tiang kayu mulai lapuk, dan ikatan tali sudah longgar. Namun di balik kerusakan itu, tersimpan tekad besar untuk menjaga warisan leluhur agar tidak hilang ditelan zaman.</p>
<p><strong>Kembali ke Akar, Menyatukan Keturunan</strong></p>
<p>Tokoh adat dari rumah Nai Tnopo Ana, Gaspar Tuname, enjelaskan, Ia datang jauh-jauh dari “Meko siklote Kane bute&#8217;e”, sebuah perjalanan batin dan fisik yang mencerminkan makna pulang ke asal-usul.</p>
<figure id="attachment_28507" aria-describedby="caption-attachment-28507" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-28507" src="https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG_20251010_172502.jpg" alt="IMG 20251010 172502" width="650" height="361" title="Membangun Kembali Wajah “Nai Babu”, Kisah Persatuan Keturunan 2" srcset="https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG_20251010_172502.jpg 650w, https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG_20251010_172502-200x112.jpg 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-28507" class="wp-caption-text">Emanuel Miki (kiri) dan Gaspar Tuname (Kanan)</figcaption></figure>
<p>“Kami melihat atap rumah adat sudah lusuh, ikatan tali terlepas. Maka kami memperbaikinya supaya wajah rumah adat ini kembali bagus,” ujarnya sambil tersenyum bangga.</p>
<p>Bagi Gaspar, rumah adat bukan hanya bangunan, tetapi simbol jati diri. Ia mengumpulkan saudara laki-laki, saudari perempuan, dan para tetua dalam pertemuan tiga malam berturut-turut. Dari sanalah lahir keputusan untuk memulai perbaikan Nai Babu lebih dahulu, lalu akan dilanjutkan dengan Nai Tnopo Ana.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/membangun-kembali-wajah-nai-babu-kisah-persatuan-keturunan/">Membangun Kembali Wajah “Nai Babu”, Kisah Persatuan Keturunan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tour de Entete, Tour de Flores, Hari Pers Nasional</title>
		<link>https://kabarntt.id/feature/tour-de-entete-tour-de-flores-hari-pers-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 04:43:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Melki Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[Tony Kleden]]></category>
		<category><![CDATA[Tour de EnTeTe 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Tour de Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Gubernur NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=28450</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Tony Kleden Ingat Tour de Entete 2025 jadi ingat Tour de Flores (TdF) 2017.&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/tour-de-entete-tour-de-flores-hari-pers-nasional/">Tour de Entete, Tour de Flores, Hari Pers Nasional</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Tony Kleden </strong></p>
<p>Ingat Tour de Entete 2025 jadi ingat Tour de Flores (TdF) 2017. Ingat TdF, ingat juga Hari Pers Nasional (HPN) 2011 di Kupang.  Ingat HPN Kupang, jelas  mesti ingat Frans Lebu Raya (alm), Gubernur NTT periode 2008-2018.</p>
<p>Menyebut beberapa iven skala nasional dan internasional di NTT ini bukan sekadar nostalgia. Ada kaitan satu sama lain. Kaitannya kuat dan berdampak. Tahun 2011 NTT menjadi tuan rumah HPN.  Banyak yang meragukan. Adakah fasilitas umum, semisal hall yang bisa menampung ribuan orang?  Berapa banyak hotel yang representatif untuk menampung ribuan peserta  utusan dari seluruh Indonesia? Rumah makan dan restoran cukup?</p>
<p>Aneka pertanyaan ini adalah gambaran keraguan NTT menjadi tuan rumah HPN 2011. Banyak suara bernada sumbang. Suara emas Gubernur Frans Lebu Raya akhirnya jadi kata putus. “Kita harus siap.  Kalau tidak sekarang kapan lagi? NTT pasti bisa,” kata Gubernur Frans Lebu Raya (<em>Dion DB Putra, dkk, “Geliat NTT, Jambi dan Bengkulu Pasca HPN”, PWI Pusat, 2015</em>).</p>
<p>Kalau saja Frans Lebu Raya menolak, beberapa provinsi lain sudah siap  menjadi tuan rumah. Mereka berebutan. Syukurlah, Frans Lebu Raya menyatakan siap.</p>
<figure id="attachment_28452" aria-describedby="caption-attachment-28452" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-28452" src="https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/10/Tour-de-Entete4.jpeg" alt="Tour de Entete4" width="650" height="433" title="Tour de Entete, Tour de Flores, Hari Pers Nasional 3"><figcaption id="caption-attachment-28452" class="wp-caption-text">Para pembalap memulai start dari Kantor Gubernur NTT</figcaption></figure>
<p>Dan, kesiapan berbalut tekad Frans Lebu Raya itu membawa efek jauh sekali hingga hari ini. Kesiapan itu bergema menembus tembok kekurangan dan kesulitan. Meluluhkan keraguan. Dan terpenting, membuka mata dunia luar melihat bahwa NTT sejajar dengan provinsi lain. Bahwa NTT bukan tidak ada apa-apanya. NTT ada apa-apanya.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/tour-de-entete-tour-de-flores-hari-pers-nasional/">Tour de Entete, Tour de Flores, Hari Pers Nasional</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kreasi Penyintas Lewotobi</title>
		<link>https://kabarntt.id/feature/kreasi-penyintas-lewotobi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 09:21:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Lewotobi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Lewotobi]]></category>
		<category><![CDATA[Melky Koli Baran]]></category>
		<category><![CDATA[YPPS Larantuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=28360</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hampir setahun hidup di pengungsian jauh dari rumah dan kampung halaman, dapat saja memicu kebosanan&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/kreasi-penyintas-lewotobi/">Kreasi Penyintas Lewotobi</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir setahun hidup di pengungsian jauh dari rumah dan kampung halaman, dapat saja memicu kebosanan serta stres. Bosan dengan ruang hidup yang sempit dan berdesakan. Bosan karena kebiasaan-kebiasaan dan rutinitas hidup sulit terekspresikan di pengungsian. Juga bosan menanti hunian sementara yang masih sedang diproses pemerintah.</p>
<p>Inilah yang teramati oleh Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS), salah satu non government organisation (NGO) yang bekerja di Kabupaten Flores Timur termasuk di wilayah terdampak bencana erupsi gunung api Lewotobi laki-laki bermitra dengan Chatolic Relief Services (CRS).</p>
<p>Kekhawatiran ini jadi salah satu tema diskusi mingguan di bulan September tentang apa yang mesti dilakukan untuk para penyintas erupsi Lewotobi. Sebab erupsi salah satu gunung api ini masih terus berulang sejak erupsi bulan Desember 2023 silam.</p>
<p>Diskusi internal ini memutuskan untuk memperkuat kapasitas komunitas desa untuk penanggulangan bencana, komunitas keuangan SILC (saving internal lending community) dan livelihood yang telah diorganisasi sejak Januari 2024 silam dengan kapasitas tambahan livelihood.</p>
<p>Analisis cepat YPPS memutuskan untuk melakukan penguatan kapasitas para penyintas agar kreatif menghindari kebosanan dan stress dengan kegiatan-kegiatan berdaya, yakni pengolahan aneka pangan lokal untuk menghasilkan aneka product bernilai. Pangan lokal menjadi alat pemberdayaan serta sosialisasi diri para penyintas ke ruang publik.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-28362" src="https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250920-WA0016-1.jpg" alt="IMG 20250920 WA0016 1" width="650" height="488" title="Kreasi Penyintas Lewotobi 5"></p>
<p>Melatih Pengolahan Pangan Lokal</p>
<p>Sebuah mini workshop di YPPS digelar bulan September. Potensi-potensi pangan lokalyang ada di komunitas para penyintas dipetakan dan dianalisis. Ditemukan bahwa walau berada di pengungsian mereka memiliki sumberdaya yang bisa dioptimalkan. Ada aneka pangan lokal. Juga keterampilan dasar mengolahnya. Yang dibutuhkan adalah sentuhan pemberdayaan.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/kreasi-penyintas-lewotobi/">Kreasi Penyintas Lewotobi</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banain B dan Ayam Petelurnya: Simbol Asa, Pangan, dan Masa Depan Desa</title>
		<link>https://kabarntt.id/feature/banain-b-dan-ayam-petelurnya-simbol-asa-pangan-dan-masa-depan-desa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 05:30:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam petelur]]></category>
		<category><![CDATA[BUMDES Banain B]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Banain B]]></category>
		<category><![CDATA[Karang taruna Banain B]]></category>
		<category><![CDATA[tahun 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Theodorus Antonius Kefi]]></category>
		<category><![CDATA[Weli Kolo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=28354</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEFAMENANU KABARNTT.ID &#8212; Matahari baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur. Udara pagi di Desa&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/banain-b-dan-ayam-petelurnya-simbol-asa-pangan-dan-masa-depan-desa/">Banain B dan Ayam Petelurnya: Simbol Asa, Pangan, dan Masa Depan Desa</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEFAMENANU KABARNTT.ID</strong> &#8212; Matahari baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur. Udara pagi di Desa Banain B, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), masih terasa segar ketika suara riuh ayam petelur dari sebuah kandang sederhana mulai terdengar. Ayam-ayam itu tampak lincah menotok pakan menjadi irama khas yang menandai kehidupan pagi di desa. sementara beberapa ekor sudah mulai bertelur. Bagi sebagian orang, pemandangan ini biasa saja. Namun bagi warga Banain B, inilah awal dari harapan baru.</p>
<p>Di desa yang jauh dari hiruk-pikuk kota, memulai usaha peternakan ayam petelur bukan sekadar pilihan ekonomi, melainkan langkah nyata menuju kemandirian pangan. Program ini hadir sebagai buah kolaborasi antara BUMDes Banain B dan Karang Taruna Desa, sejalan dengan visi besar pemerintah pusat melalui Asta Cita Presiden Prabowo yang mendorong ketahanan pangan dimulai dari desa.</p>
<p><strong>Dana Desa untuk Pangan dan Harapan</strong></p>
<p>Kepala Desa Banain B, Theodorus Antonius Kefi, menuturkan bahwa program ini lahir dari hasil musyawarah bersama masyarakat. Dari total dana desa sebesar Rp 625 juta tahun ini, 20 persen atau sekitar Rp 125 juta dialokasikan khusus untuk ketahanan pangan, salah satunya melalui usaha beternak ayam petelur.</p>
<p>“Program ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat, tapi juga untuk membuka peluang usaha baru. Kami ingin masyarakat bisa merasakan manfaat langsung, baik secara ekonomi maupun gizi,” jelas Kefi di sela-sela kunjungannya ke kandang ayam.</p>
<p>Menurutnya, potensi usaha ini cukup besar. Selama ini, Kecamatan Bikomi Utara tergolong minim peternak ayam, sehingga kebutuhan telur masih banyak didatangkan dari luar wilayah. Kehadiran ayam petelur Banain B diharapkan bisa mengisi celah tersebut.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/banain-b-dan-ayam-petelurnya-simbol-asa-pangan-dan-masa-depan-desa/">Banain B dan Ayam Petelurnya: Simbol Asa, Pangan, dan Masa Depan Desa</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
