Acara dilanjutkan dengan prosesi laut yang diawali dengan lagu Salam Bintang Laut. Selama prosesi lagu-lagu Maria dinyanyikan di antaranya “Yo Hiang Lami ta” (Dere Serani No 183). Dilanjutkan dengan ibadah rosario pada stasi pertama di Dermaga Putih disambut dengan tarian Gawi oleh komunitas paguyuban Ende, semilir sabda
Dalam ketenangan laut Labuan Bajo yang saat itu seperti danau saja, para peziarah tetap mendaraskan doa-doa pujian serta permohonan kepada Bunda Maria Bintang Laut.
Prosesi laut ini kembali ke Marina Waterfront Labuan Bajo. Puluhan ribu umat Katolik tumpah ruah pada pelataran itu diawali dengan sambutan ja’i, dan ditutup dengan lagu kasidah tentang toleransi hidup beragama “Islam cinta kedamaian, Kristen penuh kasih sayang, Konfuchu sabar pengertian“ lagu perempuan NU Mabar.
Selanjutnya prosesi darat dari Marina Waterfront Labuan Bajo dengan jalan kaki menelurusi jalan utama kota super premium itu menuju stasi berikutnya di Gereja Paroki Roh Kudus Labuan Bajo. Arca Bunda Maria disambut dengan tarian ndududake, semilir sabda lagu-lagu Maria menuju stasi berikutnya di depan Kantor Bupati Manggarai Barat Jalan WZ Johannes.
Pada perhentian berikutnya di depan Kantor Bupati Manggarai Barat arca Bunda Maria diterima dengan tarian dolo-dolo dari Paguyuban Flotim, dengan semilir Sabda Luk. 1, 46-47, Jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku gembira karena Allah juru selamatku. Sebab Ia telah mmperhatikan kerendahan hamba-Nya, sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku bahagia,







