Setelah operasi usus, ungkap Lahal, yang bersangkutan menjalani test swab dan hasilnya positif Covid sehingga 46 temannya menjalani swab dan sampelnya dikirim ke Laboratorium RSUD Prof.W.Z. Johannes Kupang untuk diteliti. Hasilnya 10 orang dinyatakan positif Covid-19.
Meski hasil swab 10 orang anggota TNI di Kodim 1622 Alor itu positif, kata Lahal, mereka masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) karena semuanya kelihatan sehat-sehat saja.
Ditanya apakah selama menunggu hasil swab tersebut, 46 anggota Kodim 1622 Alor itu menjalani karantina mandiri, mantan Camat Teluk Mutiara ini membenarkannya.
Dia menegaskan bahwa selama menunggu hasil swab yang dikirim ke Kupang kurang lebih seminggu sebelum pembukaan Expo Alor, 28 September 2020 lalu mereka menjalani karantina di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1622 Alor, di kawasan Padang Tekukur, Kalabahi.
“Sesuai koordinasi kami dengan Pak Dandim 1622 Alor, 46 anggota yang menjalani test wswab setelah salah satu teman mereka dinyatakan positif Covid, semuanya menjalani karantina mandiri. Mereka tidak melakukan kontak apa pun dengan anggota Kodim 1622 Alor yang lainnya. Anggota yang pertama dinyatakan positif covid setelah operasi usus, berdasarkan hasil swab kedua dinyatakan negatif dan sudah kembali bertugas seperti biasa,” papar Lahal.
Lebih jauh Lahal mengantisipasi dugaan oknum tertentu dengan menegaskan bahwa 46 anggota Kodim 1622 Alor yang menjalani swab sebelum Expo Alor itu, tidak dilibatkan dalam kegiatan pengamanan selama Expo Alor XIV berlangsung empat hari, pada 28 September-1 Otober 2020 lalu. Setelah 10 orang dinyatakan positif Covid berdasarakan hasil swab, lanjut Lahal, maka mereka wajib dikarantina.







