Mengenai lokasi karantina, mantan Camat Alor Barat Laut ini mengatakan, semestinya 10 anggota Kodim 1622 Alor ini menjalani karantina di rumah karantina milik Pemkab Alor, yakni di bekas Kantor Bank NTT Cabang Kalabahi. Tetapi karena kapasitas rumah karantina itu tidak bisa menampung, maka 10 orang tentara itu menjalani karantina di Makodim 1622 Alor.
“Kalau satu dua orang pasien, kita bisa tampung di rumah karantina milik Pemkab Alor. Tetapi karena sampai 10 orang, maka sementara ini mereka dikarantikan di Makodim 1622 Alor sambil teman-teman dari Dinas Kesehatan melakukan pendampingan, sekaligus ada bantuan-bantuan vitamin dan sebagainya. Kami sedang koordinasikan sejak siang ini. Mereka OTG, artinya tidak sakit sehingga tidak bisa karantina ke rumah sakit,” tegas Lahal.
Terkait tracking terhadap 10 pasien positif Covid tersebut, Lahal mengatakan tidak dilakukan lagi karena selama ini mereka dikarantina sejak satu temannya dinyatakan positif sehingga tidak melakukan kontak langsung dengan siapapun.
Karena itu dia menghimbau masyarakat untuk tidak perlu panik, apalagi mau kaitkan dengan Expo Alor XIV dan Alor Karnaval VII.
“Sepuluh kasus positif Covid-19 ini tidak ada kaitannya dengan Expo Alor dan Alor Karnaval baru-baru ini karena mereka telah menjalani karantina mandiri sambil menunggu hasil swab dari Kupang. Mereka tidak dilibatkan dalam kegiatan apapun ke luar, termasuk saat Expo Alor. Bahkan kegiatan pembinaan mereka sebagai Bintara dan Tamtamapun dihentikan sementara oleh Pak Dandim 1622 Alor. Karena itu kami menghimbau masyarakat agar tetap tenang, jangan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” himbau Lahal. (lik)







