SBS juga menitip pesan melalui Asisten III Setda NTT, Johana Lisapaly yang mewakili Gubernur NTT, dan Kadis Kesehatan NTT agar bisa memprogramkan waktu khusus untuk sama-sama dengan tim kesehatan di Malaka berdiskusi soal strategi membangun kesehatan di perbatasan RI-RDTL.
“Saya titip pesan ini supaya bisa undang tim kesehatan dari Malaka kita duduk bahas masalah kesehatan,” jelas SBS.
Ditambahkan, seluruh jajaran kesehatan di Malaka dimotivasi karena target ke depan pola pelayanan kesehatan di Malaka harus menjadi contoh buat daerah lain di NTT.
“Malaka harus menjadi daerah rujukan pelayanan kesehatan, bukan kita ke daerah lain. Kami masih punya 8 puskemas yang belum berstandar nasional dan kami akan terus berjuang agar seluruh puskesmas di Malaka berstandar nasional ditambah RSUPP Betun berstanar internasional,” tandas mantan Kadis Kesehatan NTT ini. (*/den)







