Antisipasi Bencana, Fraksi Golkar DPRD Flotim Minta Penguatan Anggaran

nani betan9

LARANTUKA kabarntt.id—Menghadapi dan mengantisipasi cuaca ektrim saat ini dibutuhkan penguatan tambahan alokasi anggaran. Tambahan anggaran ini sangat penting mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam akibat cuaca ekstrim saat ini.

Pandangan  ini  merupakan pandangan Fraksi Golkar DPRD Flotim yang disampaikan Ketua Fraksi, Yosep Sani Betan, ST, kepada media ini, Sabtu (26/2/2022), melalui pesan  whatshappnya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Nani Betan, sapaan Yosep Sani Betan, mengatakan pandangan Fraksi Golkar DPRD Flotim terkait Langkah antisipai pemerintah menghadapi cuaca ekstrim saat ini.

Seperti diketahui, BMKG mengeluarkan prakiraan hujan mengguyur dengan intensitas tinggi hampir di seluruh NTT.

“Kami DPRD Flotim tetap mendorong pemerintah agar siap siaga dengan cuaca ekstrim yang saat ini terjadi dan tetap mendukung langkah apa pun yang ditempuh untuk penanganan di lapangan, dan untuk pasca bencana bisa diakomodir lewat dana BTT yang sudah ditetapkan. Karena alokasi anggaran untuk penanganan bencana di Flotim baik korban, konstruksi maupun rekonstruksi saat bencana dan musibah akan diakomodir lewat dana BTT tersebut,” kata Nani Betan yang juga Ketua DPD II Golkar Flotim ini.

Ketua DPRD Flotim 2014-2019 ini menegaskan pandangan Fraksi Golkar DPRD Flotim sudah tegas dan jelas.

“Pandangan Fraksi Golkar sangat dibutuhkan penguatan tambahan alokasi anggaran untuk langkah awal ketika telah teridentifikasi suatu kondisi kemungkinan akan ada bencana maupun curah hujan yang tinggi oleh BMKG. Instansi terkait diwajibkan menyiapkan anggaran yang cukup untuk penanganan langkah antisipasi awal sesuai peringatan dari BMKG,” kata Nani.

Merujuk pada alokasi anggaran yang diajukan saat sidang anggaran 2022 November 2021 lalu hanya sebesar Rp 30 juta sesuai dokumen, maka saat pembahasan di DPRD, kata Nani Betan, Fraksi Golkar meminta tambahan alokasi dana dari instansi terkait sebesar Rp 300 juta untuk dipersiapkan pada bidang logistik kedaruratan untuk respon cepat penanganan bencana mengingat NTT juga merupakan daerah yang termasuk dalam daftar siaga la nina.

“Untuk itu saya berharap Pemerintah Flores Timur atau instansi terkait harus lebih cepat bergerak merespon seluruh hasil prakiraan cuaca dari BMKG guna mengantisipasi lebih awal dan mengimformasikan ke masyarakat Flotim. Titik-titik rawan yang teridentifikasi serta jalur-jalur yang sering terjadi bencana segera dipantau terus dan juga titik banjir bandang karena hujan intensitasnya cukup besar sehingga masyarakat sudah dapat informasi titik-titik rawan tersebut. Saya juga minta agar masyarakat waspada,” tegasnya.

Untuk menghimpun informasi titik-titik bencana dari masyarakat, Nani juga meminta agar disiapkan posko pusat informasi lewat WA group agar semua informasi yang berkaitan dengan bencana yang terjadi saat ini di Flotim dapat dihimpun dan langsung dilakukan penanganan secara baik dan benar jika terjadi.

“Kita berharap koordinasi kerja untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah semakin lebih terprogres dan lebih profesional dalam menindaklanjuti dan penanganan sehingga tidak berdampak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Masyarakat juga dituntut untuk tetap selalu waspada akan kemungkinan yang akan terjadi, sehingga kerja sama yang baik antara semua elemen masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan,” serunya. (np)

Pos terkait