“Saya kemarin pergi ke Jakarta minta tambah bangun rumah sakit di Riung dan ditambah 5 unit puskesmas. Ngada mendapat bantuan tahun ini sangat luar biasa. Itu semua berkat Melki Laka Lena,” ujar Andreas.
Melki Laka Lena dalam sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan menekankan pentingnya 4 Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melki menjelaskan, pilar-pilar ini adalah fondasi yang membuat Indonesia tetap berdiri kokoh meskipun terdiri dari beragam suku, agama, dan golongan etnis lainnya.
“Kita harus memahami siapa diri kita sebagai warga Indonesia dan menjadikan dasar negara kita sebagai pedoman untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Melki.
Selain itu, Melki juga menyebutkan bahwa NTT memiliki peran penting dalam sejarah Pancasila.
“Kita harus bangga karena ide Pancasila ditemukan di Ende oleh Bung Karno. NTT telah menyumbang besar bagi Indonesia melalui Pancasila,” sebut Melki.
Melki mengambarkan, Indonesia terdiri dari banyak suku, agama, golongan, etnis. Meski berbeda dan beragam namun tetap satu. “Karena Bung Karno temukan testimoni itu ada di Ende. Jadi sekali lagi NTT perlu bangga,” tegasnya.
“Kita sebagai orang NTT harus bersyukur karena dulu kalau Bung Karno tidak dibuang ke Ende maka Indonesia tidak ada. NTT menyumbang untuk Negara Indonesia yang terbesar ini adalah Pancasila dimana beliau menemukan ide Pancasila itu ada di Ende,” pungkas anak Ende ini. (*/den)







