Cuma Johni Asadoma Yang Kunjung, Warga Raihat Teteskan Air Mata

IMG 20241017 WA0011

Sebagai penghasil beras di perbatasan RI-Timor Leste, Melki-Johni ingin agar pasokan air ke persawahan cukup agar produksi pertanian dapat ditingkatkan. “Pendapatan masyarakat harus ditingkatkan, produksi pertanian ditingkatkan. Karena itu, bibit dan pupuk harus tersedia dalam jumlah yang cukup untuk petani,” kata Johni.

Bahkan, panen padi yang biasanya dua kali setahun di Tohe, bisa ditingkatkan menjadi tiga kali menggunakan teknologi yang akan disiapkan Melki-Johni, termasuk produksi tanaman hortikultura seperi kacang tanah, kacang hijau, cabai, tomat dan tanaman lainnya. “Jika ekonomi sudah bagus, kita akan berantas kemiskinan sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Johni juga menjelaskan tentang pinjaman lunak atau pinjaman dengan bunga rendah untuk masyarakat yang membuka usaha, jika Melki- Johni jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur.

Teteskan Air Mata

Tiba saat warga diminta mengajukan pertanyaan, Santana Moreira, langsung meneteskan air mata. Ia bercerita mengenai sertifikat tanah rumahnya yang tak kunjung kelar, meskipun dia bersama warga lainnya sudah berkali-kali bertemu pemerintah.

“Tanah tempat rumah kami ini masih milik pemerintah kecamatan, ada 92 rumah dibangun dari tahun 2006,” ujarnya.

“Kita butuh perhatian pemerintah tetapi soal sertifikat belum diberikan perhatian oleh pemerintah,” tambah Aloisius Bau, warga setempat.

Warga kemudian menitipkan persoalan yang mereka alami selama bertahun-tahun tersebut ke Melki-Johni. “Kami punya rumah ini juga sudah rusak, seng sudah rusak, kami minta direhab sehingga kami bisa tinggal dengan tenang di dalam rumah,” tambah Aloisius.

Pos terkait