LEWOLEBA kabarntt.id—Dana bantuan badai seroja tahun lalu untuk korban di Kabupaten Lembata belum kunjung dicairkan. Alasannya, belum ada SK Bupati untuk pencairan.
DPRD Lembata mendesak pemerintah untuk segera mencairkan dana seroja agar masyarakat dapat memanfaatkan untuk kebutuhan mereka.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Lembata, Simon Beduli, dihubungi lewat telepon, Selasa (15/3/2022), menjelaskan semua kabupaten sampai saat ini belum ada yang mencaikan dana seroja. Begitu juga dengan Kabupaten Lembata, dengan alasan belum ada SK Bupati.
“Saya sudah hubungi Pak Kalak BPBD Kabupaten Lembata. Mereka sudah melakukan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan, seperti sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat dan juga validasi data lagi, setelah itu ada SK Bupati untuk seluruh bantuan seroja itu. Baru setelah itu tim teknis yang mengurus semuanya. Namun sampai saat ini di Lembata belum ada pencairan ke masyarakat karena menunggu SK Bupati lagi baru dikirim ke masing-masing rekening masyarakat yang terdampak seroja,” tegasnya.
Kader Golkar Lembata tersebut tetap mendorong pemerintah dalam hal ini BPBD Lembata agar segera melakukan pencairan dana seroja. Dengan begitu masyarakat dapat memanfaatkan untuk kebutuhannya, mengingat bencana seroja sudah 1 tahun lebih berlalu.
“Kita sudah dorong pemerintah daerah agar secepatnya dicairkan dengan mekanisme yang ada. Harus segera direalisasikan demi kepentingan masyarakat. Jangan sampai kita tahan terlalu lama dan masyarakat makin jenuh. Tidak lama pemerintah pusat tarik Kembali, dan kasihan masyarakat yang dirugikan. Jadi tolong diatur sedemikian rupa agar secepatnya disalurkan,” imbuh Ketua Fraksi Golkar DPRD Lembata itu.
Simon mengatakan, dana seroja sudah ditransfer oleh pemerintah pusat di rekening masing-masing kabupaten yang terdampak seroja sejak awal tahun 2022 lalu.
“Jangan sampai membutuhkan waktu lama lagi, masyarakat menunggu sudah hampir 1 tahun, masa mereka menunggu pencairan 1 tahun lagi? Saya mohon segera direalisasikan,” imbuhnya. (np)







